Sabtu, 14 Mei 2011

Sukes dan Bahagia

Bahagia Dulu Atau Sukses Dulu?

Jangan memilih bahagia atau sukses sebelum memahaminya dan bagaimana kaitan antara keduanya. Sekali lagi, kita perlu bertindak berdasarkan ilmu, bukan hanya dari pikiran selintas dan pemahaman yang dangkal. Jika Anda sudah memahami apa itu bahagia dan sukses maka Anda tidak akan memilih salah satunya, tetapi keduanya.

Ada yang berpikir kita akan bahagia jika sudah sukses? Salah? Kata siapa?

Sukses akan membuat Anda bahagia. Serius. Memang, ada yang mengatakan bahwa sukses tidak tentu akan membuat seseorang bahagia. Tentu saja, jika dia tidak mensyukuri kesuksesannya, maka dia tidak akan pernah bahagia dengan kesuksesannya. Tetapi, kesuksesan bisa memicu kebahagiaan.
Bahagia Karena Sukses

Pertama, kita perlu mendefinisikan sukses dulu. Jika banyak filosofi sukses yang ribet untuk dipahami, maka saya mendefinisikan sukses dengan kalimat yang sederhana, sukses itu adalah mendapatkan dan atau memiliki apa yang Anda inginkan. Sukses itu bukan berarti kaya. Orang kaya memang pernah sukses yaitu mendapatkan kekayaanya saat ini. Kemudian dia bersyukur atas kekayaannya maka dia akan bahagia. Orang kaya juga bisa sekaligus menjadi orang gagal saat dia tidak mendapatkan atau memiliki sesuatu yang dia inginkan. Jadi kaya belum tentu sukses dan sukses belum tentu kaya.

Setelah kita memahami apa itu sukses, Anda bisa meihat bahwa diri Anda pun memiliki kesuksesan. Anda saat ini telah mendapatkan dan memiliki apa yang Anda inginkan. Lihatlah diri Anda. Apakah Anda bahagia? Harus. Syukuri apa yang Anda dapatkan dan miliki saat ini. Apa yang Anda dapatkan dan apa yang Anda miliki saat ini adalah sumber kebahagiaan Anda.

Memiliki istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, dan kendaraan yang baik adalah indikasi kebahagiaan. Kata siapa? Ini sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga indikasi kebahagiaan anak Adam, dan tiga indikasi kesengsaraan anak Adam; indikasi kebahagiaan anak cucu adam adalah istri yang shalehah, tempat tinggal yang baik dan kendaraan yang baik. Sedangkan indikasi kesengsaraan anak Adam adalah istri yang berakhlak buruk, tempat tinggal yang buruk dan kendaraan yang buruk.” (HR Ahmad No 1368)

Termasuk juga tetangga yang baik.

Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Termasuk kebahagiaan seseorang adalah tetangga yang baik, kendaraan yang menyenangkan dan tempat tinggal yang luas.” (HR Ahmad No 14830)

Dari dua hadits diatas kita bisa melihat bahwa apa yang kita dapatkan dan miliki bisa menjadikan diri kita bahagia. Sukses bisa menyebabkan Anda bahagia. Tentu saja, pemahaman kita tentang bahagia tidak cukup sampai disini, tidak cukup hanya melihat sisi duniawi atau fisik semata. Mari kita lanjutkan pembahasannya.
Kesulitan Bukan Halangan Untuk Bahagia

Sukses memang bisa membuat kita bahagia, tetapi bukan berarti dalam kesulitan kita tidak bisa bahagia. Kita harus merujuk kepada apa yang disebut bahagia? Bahagia adalah kondisi pikiran Anda yang menyenangkan. Jika bahagia kondisi pikiran, maka kebahagiaan tidak akan terhalang meski kondisi fisik Anda sedang sulit. Artinya jika Anda mampu mengkondisikan pikiran Anda, Anda bisa bahagia, bagaimana pun kondisi fisik Anda.
Kerelaan Adalah Kunci Bahagia Saat Sulit

Anda tetap bisa bahagia meski Anda dalam keadaan sulit. Kuncinya adalah kerelaan hati atas kesulitan yang sedang Anda alami.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di antara kebahagiaan anak Adam adalah istikharahnya (memohon pilihan dengan meminta petunjuk kepada Allah) kepada Allah, dan diantara kebahagiaan anak Adam adalah kerelaannya kepada ketetapan Allah, sedangkan diantara kesengsaraan anak Adam adalah dia meninggalkan istikharah kepada Allah, dan diantara kesengsaraan anak Adam adalah kemurkaannya terhadap ketetapan Allah.” (HR Ahmad No 1367)

Seperti para Nabi, mereka bahagia meski diuji dengan kesulitan karena mereka memahami apa yang ada dibalik ujian tersebut. Mereka bahagia dengan ujian sebagaimana mereka bergembira dengan sebuah kemudahan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Ujian kami para Nabi berlipat ganda sebagaimana kami mendapatkan pahala yang berlipat ganda pula. Ada diantara Nabi yang diuji dengan kutu yang membuatnya meninggal, ada juga diantara Nabi yang diuji dengan kemiskinan hingga dia harus menanggung beban yang amat berat dan melemahkannya, tetapi mereka berbahagia dengan ujian sebagaimana mereka bergembira dengan sebuah kemudahan. (HR Ahmad No 11458)
Bahagia Yang Hakiki

Cukuplah hadits dibawah ini menjelaskan tentang kebahagiaan yang hakiki:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dari Anas, Seringkali Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata, “Ya Allah, kehidupan yang menyenangkan itu hanya kehidupan akhirat”. Syu’bah berkata, Atau berkata, “Ya Allah tidak ada kehidupan bahagia yang hakiki kecuali kehidupan akhirat, maka muliakanlah kaum Anshar dan muhajirin“”. (HR Ahmad No 12306)
Mari Kita Berdo’a Agar Bahagia

Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Fudlail bin Marzuq telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Al Juhani dari Al Qosim bin Abdurrahman dari ayahnya dari Abdullah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba pun ketika dilanda sakit dan sedih lalu mengucapkan; ALLAHUMMA INNI ‘ABDUKA WABNU ‘ABDIKA WABNU AMMATIKA, NASHIYATI BIYADIKA MADLIN FI HUKMIKA ‘ADLUN FI QADLA`UKA, AS`ALUKA BIKULLI ISMIN HUWA LAKA SAMMAITUKA BIHI NAFSAKA AU ANZALTAHU FI KITABIKA AU ‘ALLAMTAHU AHADAN MIN KHALQIKA AU ISTA`TSARTA BIHI FI ‘ILMIL GHAIB ‘INDAKA AN TAJ’ALAL QUR`AN RABI’A QALBI WA NURA SHADRI WA JILA`A HUZNI WA DZAHAABA HAMMI ILLA ADZHAMALLAHU ‘azza wajalla HAMMAHU WA ABDALAHU MAKANA HUZNIHI FARAHAN. (Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu, (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa), ubun-ubunku di tanganMu, keputusanMu berlaku padaku, qadlaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu. Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihan), kecuali Allah ‘azza wajalla akan menghilangkan kesedihan dan menggantikan kedukaan menjadi kebahagiaan.” Mereka bertanya; Wahai Rasulullah, sepantasnyalah kami mempelajari kalimat-kalimat itu. Beliau menjawab: “Benar, sepantasnya orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya.” (HR Ahmad No 4091)

Mudah-mudahan kita semua menjadi orang yang bahagia.

Kisah inspiratif

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.

Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.

Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.

“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.

“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.

“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.

“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”

“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.

“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.

“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.

“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.

Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.

“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”

Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.

Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,

“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”

Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,

“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”

“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.

“Abang yakin?”

“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.

“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.

“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.

Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.

“Apa kabar mang Udin?”

“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.

Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,

“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”

“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.

“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.

Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,

“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”

“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.

Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.

“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.

Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.

“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.

“Tidak.”

“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”

Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.

“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.

“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”

Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.

Minggu, 17 April 2011

LAgi....gratis..

ClubBali, Klub Liburan

Hari sabtu sore kemarin saya diminta istri untuk mengantarnya mengambil voucher menginap gratis di hotel berbintang di Bali. Sebelumnya saya sempat ada pikiran-pikiran negatif. Masak iya sih ada yang gratis sekarang ini? Pasti hanya alasan untuk menawarkan sesuatu ataupun untuk menipu. Istri saya bilang hanya yang diundang yang bisa mengambil voucher tersebut.

Setelah sampai di tempat yang dituju, istri saya ditanya tentang siapa pengundangnya dan langsung disodori questionnaire untuk diisi. Salah satunya adalah kesediaan untuk ikut presentasi dengan waktu minimal 90 menit. Terkaget-kaget saya melihat istri saya ternyata menyetujui hal itu - belakangan saya ketahui bahwa istri saya melewatkan kata minimal tersebut. Beberapa menit kemudian ada seseorang yang memperkenalkan diri dan mengajak kami berdua masuk ke dalam sebuah ruangan yang luas, penuh dengan orang-orang yang sepertinya sedang diberi penjelasan oleh petugas-petugasnya masing-masing.

Penjelasan dimulai dengan sejarah PT. Puri Loka yang mulai berdiri tahun 1992 dan diselingi dengan pemutaran video RCI dari proyektor. Ternyata mereka menawarkan keanggotaan Club Bali, yaitu keanggotaan klub liburan berupa akomodasi hotel berbintang, resort dan cottage yang mereka miliki ditambah dengan berbagai tempat afiliasi yang tersebar di Indonesia dan dunia dengan berafiliasi ke RCI. Konsep yang dijual menurut saya menarik karena bisa mendapatkan akomodasi dengan lebih mudah, biaya akomodasi berdasarkan point dan beberapa keuntungan yang bisa didapat seolah-olah kita adalah pemilik tempat liburan tersebut.

Keuntungan menjadi member menurut mereka antara lain bisa menghadiahkan, menyewakan, menjual bahkan mewariskan point yang mereka miliki. Keanggotaan yang dijual adalah selama 20 tahun dengan point per tahunnya adalah 2.400 point sehingga point total yang ditawarkan adalah 48.000 point. Setiap tempat punya perhitungan point yang berbeda-beda (mungkin karena harga kamar dan fasilitas juga berbeda-beda).

Sayangnya saya dan istri bukanlah tipe orang yang senang berlibur dengan cara seperti itu. Prioritas liburan istimewa masih bukan merupakan prioritas yang tinggi. Disamping jatah libur yang sedikit selain hari Sabtu dan Minggu, kami berdua juga agak sulit untuk menyatukan jadwal cuti. Selain itu, mengisi liburan tidak melulu harus dengan cara jalan-jalan seperti itu. Menonton TV di rumah, bercanda dengan Naufal, atau hanya sekedar pergi ke tempat wisata sekitar Jakarta pun sudah cukup. Kalaupun ingin berlibur dan menginap di tempat yang jauh, kami tidak memaksakan diri harus menyewa kamar di hotel berbintang, yang sederhana pun sudah cukup asalkan tempatnya bersih dan nyaman. Sehingga kami merasa bahwa tawaran yang diajukan sepertinya terlalu mewah dan sangat berlebih untuk kami.

Setelah melihat penawaran harganya, terus terang kami semakin tidak berminat. Kami lebih memilih berhemat dan menabung untuk biaya pendidikan Naufal dan adik-adiknya (amiiinnn) kelak, biaya penyelesaian studi S2 istri saya dan juga biaya pendidikan S2 saya. Dan akhirnya kami putuskan untuk menolak tawaran tersebut.

Pada akhirnya kami tetap diberikan voucher untuk menginap gratis tersebut. Pada saat ditanyakan lokasi hotel yang akan diambil, kami tidak bisa menjawab karena kami memang sebenarnya tidak ada rencana untuk berlibur istimewa dalam bulan-bulan ini.

Saya juga meminta maaf dalam hati karena ternyata mereka fair, tidak menipu dan memang menawarkan sesuatu yang legal.

Berbagai Macam cara menarik Pelanggan

Free voucher nginap gratis di launching villa di puncak
By msabir

Sabtu 23 May 2009 pengambilan voucher nginep gratis di launching villa puncak..

saya batalin ah.. (bisa santai dirumah nikmatin libur.. hehe) dari pada tidur di hotel tapi mimpi dikeroyok ma sales-marketing..

ayahbunda-online

mb yusri,Re: [Ayahbunda-Online] Oot: dtawarin voucher kota bunga gratis, bener apa bohong?

Nika Hanidhah
Mon, 12 Jan 2009 16:41:02 -0800
seingatku bukan club bali deh mbak..
tapi ada crus crus nya gitu
liburannya naik kapal pesiar…

ya syukur de kl yg mbak yusri itu bener…

cara pemasarannya kok gitu ya
aku merasa dijebak…hihihi

mamut

— On Mon, 1/12/09, – Yusri – wrote:

From: – Yusri -
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Oot: dtawarin voucher kota bunga gratis, bener
apa bohong?
To: Ayahbunda-Online@yahoogroups.com
Date: Monday, January 12, 2009, 5:51 AM

Hik…..hik. ..hik….
Sebenarnya mrk bukan sekongkol, Nik….
Mereka memang member2 baru yg mau bergabung dgn club bali.

Saya juga pernah diajak utk gabung dlm presentasi itu.
Kebetulan… ..say sekeluarga (dgn 3 anak) sering traveling. Tiap nginep di
hotel, aku butuh 2 kamar.
Nah…….dgn menjadi member itu, aku lebih beruntung. Krn tiap tahun rate 1
kamar hy berkisar 175rb saja. Memang berat krn kita hrs bayar dimuka utk sekian
tahun (aku ikut member 12 thn).

Harga kamar yg sekian juga berlaku di LN.
Nah…….sasaranku adalah pergi umrah sekeluarga dengan memakai fasilitas itu.
Krn stlh dihitung2 jauh lebih murah.
Klu aku sekeluarga umrah (5org), ongkos dll bisa lebih dari 75jt. Tp dengan
menggunakan fsilitas club bali, aku hy bayar member sekitar 20jutaan.

Regards,
YUSRI
email: yusr…@yahoo. co.id
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device

From: Nika Hanidhah
Date: Sat, 10 Jan 2009 13:12:28 +0800 (SGT)
To:
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Oot: dtawarin voucher kota bunga gratis, bener
apa bohong?

mb ruly….

kok aku curiga…
soalnya dulu pernah jg…

temanku yg dpt voucher di solid marbella
tp krn dia msh single
jd dia minta aku menggantikannya (ktnya boleh diwakilkan ma org yg uda mnikah)
vocernya buat banyak orang (lupa tepatnya)

krn sambil nolong temen
kecipratan nginep gratis pula
kuiyain aj…

naik taxi ke sarinah…juga
disana daftar ulang
trus disuruh ikut presentasi gitu
ternyata dia jualan membership liburan dgn kpl pesiar keliling dunia

uda dr awal dlm hati
gak mungkin aku jd member gituan
mahal jeeee…

disana duduknya di meja kursi mkn gitu
kita disuguhi minum (makan gak sptnya) kue doang
yg presentasi org2 berbaju bisnis resmi gitu…

terakirnya kok aku merasa dijebak..
kita di followup lg per meja 1 orang yg brusaha meyakinkan kita

“gmn bu, tertarik dgn penawaran kita?”
“ya tertarik, tp uangnya kan gak cukup jeee”
pokoknya didesak dgn sedemikian rupa…

kata “tertarik” itu artinya deal
kita disuruh isi ini itu…
tp emoh tandatangan.
itu yg bikin dia bete…

dan aku ingetin kesini cuma ambil voucher doang…
kesini gak buat ikutan ginian…
aku jg gak tau kl disuruh dengerin presentasi dulu.

disana tuh kl ada org yg deal jd member
disorakin, disalamin, heboh de
berharap kita terbawa suasana dan mnirunya
kupikir bisa aja tamu2 itu org bayaran…
soalnya menit2 trakir kita blm mau ttd tgn, hampir semuanya deal.
kecuali mejaku kali’. hhihihihi

kok koyoe gak masuk akal
kupikir mereka semua dtg dgn pengetahuan yg sama dgnku
cuma ambil voucher
tp kok tiba2 deal transaksi sekian puluh juta dgn mudah dan cepat
opo gak mikir2 dulu po piye
opo orang tajir semua ya…

krn kita ngeyel…
sampai yg presentasi td kesel
ngancam kita lapor ke managernya
ih siapa takut….sini panggil aja

walah managernya kok baik hati…
gak tnd tgn yo ra popo
voucher yg dr td jd tujuan, pun dikasi cuma2
kita pulang, beres

krn cara mendapatkan voucher itu dgn cara gak enak
kamipun membiarkan vocer itu smp expired, gak dipake
dan tidak mudah berbujuk lg

mamut
dulu masi lugu sih.
baru jd perantau

lagi aaaaaah….
di sby, juga pernah dpt undangan gini ke greentech
pas jaman kuliah sih…
itu salah sasaran kl ya
mosok anak kuliahan disuru beli vacum cleaner, rice cooker yg harganya gak
reasonable
krn niatnya cuma nukerin kupon, ya kekeh gak beli.
tyt aku disana disuruh ambil lintingan kertas
hihihihih, temanku dpt jam weker
aku dpt pulpen
hihihihihi

ya Allah…..
pdhl cari alamatnya ngabisin bensin…
ngebut krn disela2 transisi jam kuliah

oalah…

ojo tertipu yo mbak.

mamut

— On Wed, 1/7/09, Ruly Roy wrote:

From: Ruly Roy
Subject: [Ayahbunda-Online] Oot: dtawarin voucher kota bunga gratis, bener apa
bohong?
To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, January 7, 2009, 8:14 AM

Td barusan trima telp, aku dksh voucher nginep 3hr 2mlm di kota bunga,
gratis, tanpa hrs beli brg apapun.
Tp ga dkirim ke rmh, qta hrs ambil d gd. Sarinah thamrin lt 11 room 10
PT. Resort n spa kota bunga
Dgn mbak Lala
75912425.0815855238 21

Dulu pernah baca dh, ada yg dsuruh ambil d sarinah, tnyata nipu. Hare
gene ada yg gratisan, patut waspada.

Tlg dong sharing brgkali ada yg pernah dtawarin brg yg sama, bener ga neh?

bundanya aulia+adam

Semoga ini bisa jadi referensi buat orang yang belum mengetrahuinya...

Senin, 11 April 2011

Alasan idiot berpoligami

1001 ALASAN IDIOT ORANG KEBELET POLIGAMI

Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia, semoga Allah SWT senantiasa menjernihkan akal sehat kita dalam menghadapi berbagai macam problema hidup kita.

Dalam sebuah Majlis Ta’lim yang dipimpin ust.Jamal sedang terjadi dialog yang sangat seru gara-gara salah seorang jama’ah menanyakan kasus poligami para panutan ummat, dari pada berlarut-larut ngomongin kasus orang akhirnya pak Jamil angkat tangan “ Ustadz banyak sekali orang mencela dan membenci bahkan mengharamkan poligami, bagiamana menurut Ustadz ? “, “ Lho ya sudah bener toh, gak salah itu, kalo ada orang poligami terus keluarganya berantakan dan mengecewakan pihak-pihak yang membesarkan dia bahkan Jama’ah dan ummatpun kecewa, apa dampak seperti itu tidak disebut sebagai sebuah pernikahan yang terlarang ? gak usah poligami, monogamipun kalo dampaknya sampai seperti itu juga gak halal “, jawab Ust.Jamal tegas.

“ Wah gak boleh gitu, ustadz bisa disebut mengingkari Ayat Allah, karena Allah saja membolehkan lho dalam surat An-Nisa ayat 3 itu, gimana ustadz ? “ timpa pak Jamil, “ itu juga 100% benar, gak salah bagi orang yang sangat memahami ayat tersebut dan mampu menyibak tabir dibalik ayat tersebut juga ayat-ayat yang terkait dengan ayat tersebut, karena disini WARNING nya sangat keras langsung Allah yang ngomong “ KAMU TIDAK AKAN PERNAH BISA ADIL “, ini peringatan yang gak main-main, hanya orang yang mampu memahami apa maunya Warning Allah ini saja yang akan mampu melaksanakan perintah nikah lagi “, urai Ust.Jamal.

“ ehmmmm, maaf ustadz, ngomong-ngomong ustadz sudah nikah lagi belum ?”, selidik pak Jamil. “ Kalo kita sudah berani membahas Surah An-Nisa ini, idealnya kita sudah nikah lagi dan berhasil melahirkan dampak yang sangat positif, jangan kita belum pernah nikah sudah koar-koar adu dalil poligami, atau kita yang sudah poligami sosialisasi kesana kemari agar dianggap paling syar’I, menggelar forum-forum diskusi padah anak istri dirumah gak terurusi.

Sebenarnya sama saja kok hukumnya dengan baca Al-Qur’an, kalo ada orang baca Al-Qur’an pake loudspeaker keluar dengan penghayatan dibarengi keindahan suaranya yang memukau, maka orang-orang sekitar yang mendengarkanpun tidak akan mempermasalahkan bahkan ikut menikmati, tapi bagaimana kalo ada orang baca Al-Qur’an suaranya keras sekali di loudspeaker, suaranya serak, bacaannya salah-salah, mendengung kayak tawon baru keluar dari sarangnya, apa gak panas telinga orang-orang disekitar ? pasti akan dicaci dan dilabrak tuh orang, bener gak ?

Sholat, apa hukumnya ? wajib kan ? nah tapi giliran kita memimpin Jama’ah Sholat Dhuhur, terus kita sengaja nambahin satu rakaat jadi 5 rakaat, padahal di rakaat keempat para jama’ah sudah mengingatkan berkali-kali dengan mengucap ‘subhaanallah’ , tapi kita tetap saja berdiri melanjutkan rakaat kelima, selesai sholat kita ditegur “ pak, kenapa tadi sholatnya 5 rakaat ?” , dengan enteng kita jawab “ kan lebih baik lebih, asal jangan kurang saja kan ? “. Maka di lain waktu, Jama’ah akan bubar meninggalkan kita, ketika kita yang mimpin sholat !, salahkah para Jama’ah ?.

Jadi sebelum memutuskan melakukan sesuatu, lihatlah dengan penuh perhitungan dampak yang akan terjadi, karena disitulah Letak dan kedudukan Hukumnya. Seseorang memegang pisau sah-sah saja kalo dia gunakan untuk memasak, akan lain hukumnya jika pisaunya akan digunakan untuk membunuh “ , demikian uraian sang Ustadz Jamal nan bijak.

---------------------------- Sahabat, Catatan ini sebenarnya berbahaya untuk dibaca, karena ini adalah rahasia orang-orang yang suka poligami baik yang legal maupun illegal, baik yang ngumpet maupun yang di award kan, Cuma karena banyaknya kasus perselingkuhan dan perzinaan serta berantakannya keluarga para poligamer, maka terpaksa catatan ini diterbitkan.

Sahabat, taukah kita apa alasan-alasan kita kebelet poligami ? ( ingat Poligami tidak sama dengan Nikah Ala Nabi, mohon baca catatan sebelumnya “ Poligami Haram, Nikah Ala Nabi is OK “ )

Pertama : Alasan yang paling mendasar adalah ketika kita sudah kerasukan SIFAT DASAR IBLIS, apa ayo ? “ MEMBANDINGKAN “ , ingat kisah Iblis ketika disuruh Allah SWT sujud kepada Adam, “ Gue disuruh sujud sama Adam, Gue yang diciptakan duluan, Adam kan belakangan, Gue diciptakan dari Api sedang Adam dari tanah n comberan, gak salah nih ? ogah ah !“.

“ Gila ya, istri tetangga cantik n biola banget nih, padahal suaminya jelek habis sementara Gue yang tampan n gagah kayak gini dapetin istri model ndeso n kampungan, wah gak beres nih gue, cari lagi ah “

“ Aduh masya Allah, gagahnya tuh cowok masih muda lagi, kenapa ya gue yang semanis n sesexy ini mau-maunya nikah sama si tua bangka ini jelek lagi, nyesel deh gue, mumpung masih muda ini, pingin dong ngrasain yang muda juga “.

Begitulah hayalan kita, ketika Sifat Dasar Iblis telah merasuk dalam hati kita. Apalah artinya punya istri cantik kalo gaya hidupnya glamour suka pergi ke mal bikin dompet kita jebol, apa sih jeleknya istri kita ? bukankah dia setia, selalu di rumah, suka puasa, suka doain kita, anak-anak turut bahagia bikin hidup kita tambah kaya. Hanya orang-orang idiot saja yang mau diperbudak dan diperas oleh polesan kecantikan dan keperkasaan yang SE SA AT !

Kedua : Ingin Memperbanyak Keturunan, alasan ini bisa kita terima ketika kita adalah kelompok Minoritas. Lha di Indonesia kita Muslim 80% dengan kualitas Generasi yang masih sangat rendah, lha kok kita mau bersibuk ria memperbanyak keturunan, lha wong anak-anak yatim dan yang terlantar saja sangat buaanyak yang gak terurus, apa gak lebih baik menyibukkan diri dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi kita yang masih jauh tertinggal. Energy kok dihabiskan diranjang, dasar idiot.

Jadi mengapa para Sahabat Rosulullah SAW dulu istrinya banyak-banyak ? ya karena jumlah ummat Islam waktu itu masih sangat sedikit sementara dakwah Islam harus menyebar ke seluruh Dunia.

Ketiga : Merasa Lebih Perkasa Ketika ‘Main Bola’ di Ranjang, para Poligamer mengatakan bahwa laki-laki itu kuat berhubungan sex sampai umur 100 tahun sementara wanita di umurnya yang ke 40 itu sudah mulai terancam menopause, “ jadi mubadzir deh sperma gue kalo gak poligami “, orang seperti ini merasa dirinya akan hidup 100 tahun, mereka lupa bahwa selalu ada Malaikat Maut yang selalu menyertainya dan siap menunggu intruksi untuk mencabut nyawanya secara tiba-tiba. Memang orang idiot itu lupa kalo dirinya sebentar lagi mati

Keempat : Alasan Kasihan Padahal Sebenarnya Gak Sabar. “ sekarang ini kan perbandingan laki-laki dengan wanita itu sudah 1 : 7 lho, apa kita gak kasihan tah, melihat gadis-gadis itu berbondong-bondong jadi TKW, atau jadi Buruh Pabrik bahkan banyak yang jadi Pelacur, gara-gara mereka susah cari jodoh “, itulah alas an kita yang kebelet poligami. Lha yang mentaqdirkan di akhir zaman ini jumlah perempuan membludak dari pada laki-laki itu Allah sendiri bukan maunya kita, kok kita sok tau pingin jadi Pahlawan mau mnyelamatkan mereka dengan mengawini sebanyak mungkin wanita-wanita itu ? emangnya jodoh itu yang menentukan kita apa ? Allah itu sangat sangat tau bagaimana membagi CintaNYA kepada semua makhluknya dan sangat kuasa mentautkan hati-hati diantara kita.

Kondisi Akhir zaman dengan jumlah wanita jauh lebih banyak daripada laki-laki itu merupakan sebuah kesengajaan Allah untuk memberikan ujian yang cukup berat kepada kita, Allah ingin memilih siapa diantara kita yang paling SABAR menahan hawa nafsu sexnya, karena disini Allah akan menghadiahkan TIKET VVIP ke Sorga. Hanya orang idiot saja yang gak kebelet masuk Sorga.

Kelima : Mandul , adalah alasan paling kuat seseorang kebelet poligami. Padahal sebenarnya Allah itu punya mau terhadap kemandulan kita, coba deh lihat sekeliling kita, bisa jadi karena disekeliling kita banyak anak-anak yang gak terurus oleh orang tua atau bahkan ditinggalkan oleh orang tuanya atau jangan-jangan ada salah satu atau beberapa keluarga kita sendiri yang anaknya banyak tapi gak mampu mengurus secara maksimal, “ wah.. itu kan anak orang, gak kayak anak sendiri lah “, he he emang ya orang idiot itu gak ada pedulinya dengan kondisi lingkungan disekitarnya.

Keenam : Hipersex, ini juga alasan orang kebelet poligami. Sebenarnya tidak ada orang yang hipersex yang ada adalah orang ketagihan ngesex. Bagiamana orang bisa ketagihan ngesex ? ya kalo gaulnya dengan orang yang suka ngesex, nongkrongnya di tempat esex-esex, doyan nonton film dan gambar adegan sex, cerpen dan novelnya juga seputar cerita sex, makannya juga suplemen penguat daya tahan sex, kalo sudah begitu siapapun bisa hipersex alias ketagihan ngesex. Cuma orang idiot sajalah yang otaknya dipenuhi dengan informasi sampah ngesex lalu akalnya ditaruh dibawah perutnya.

Ketujuh : Terpaksa, ini alasan yang susah untuk dibantah, ketika sorang istri selalu mencurigai suaminya, lalu melontarkan kata-kata ejekan yang memaksa andrenalin sex nya memuncak, “ alah sudah tua jelek, mana ada gadis yang mau sama kamu “. Jika ejekan ini atau yang senada berulang-ulang kita tamparkan, ketahuilah hanya lelaki idiot saja yang bisa menerima itu tanpa membuktikan bahwa DIA BISA POLIGAMI.

Duh, maaf nih kalo 1001 alasan kita teruskan, yang punya Facebook bisa marah, kita pun akan klenger n muntah membaca catatan ini, jadi silahkan teruskan sendiri ya…..

Wah, gak balance nih kalo gak dipaparin kayak apa NIKAH ALA NABI itu, baiklah, insya Allah akan kita bahas dalam kisah dan catatan berikutnya “ NIKAH ALA NABI ADALAH STRATEGI MENUJU VISI “, tapi sebelumnya silahkan nikmati kisah nyata drama poligami yang sangat mengharukan dengan judul “ AIR MATA KEIKHLASAN “ silahkan dibaca di http://www.rumah-yatim-indonesia.org/ pada kolom NEWS

Selasa, 05 April 2011

Kisah Nyata Inspiratif

Kisah Nyata Inspiratif : Mereka Kembali Kepelukan Islam lewat Rio, Sang Anak "Ajaib"

oleh PAY (Pecinta Anak Yatim) pada 05 April 2011 jam 16:19
Agnes adalah sosok wanita Katolik taat. Setiap malam, ia beserta keluarganya rutin berdoa bersama. Bahkan, saking taatnya, saat Agnes dilamar Martono, kekasihnya yang beragama Islam, dengan tegas ia mengatakan “Saya lebih mencintai Yesus Kristus dari pada manusia!”

Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya orang beragama Islam. Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa menikahi Agnes. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.

Usai menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya di Jogjakarta, Agnes beserta sang suami berangkat ke Bandung, kemudian menetap di salah satu kompleks perumahan di wilayah Timur kota kembang. Kebahagiaan terasa lengkap menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk kecil buah hati mereka, yakni: Adi, Icha dan Rio.

Di lingkungan barunya, Agnes terlibat aktif sebagai jemaat Gereja Suryalaya, Buah Batu, Bandung. Demikan pula Martono, sang suami. Selain juga aktif di Gereja, Martono saat itu menduduki jabatan penting, sebagai kepala Divisi Properti PT Telkom Cisanggarung, Bandung.

Karena Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama beberapa sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga sekitar yang beragama Katolik. Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah yang 'disulap' menjadi tempat ibadah (Gereja,red).

Uniknya, meski sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, Martono tak melupakan kedua orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi bakti dan cinta pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan ibundanya Martono ke Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.


Bapak Martono & Alm. Rio


Hidup harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari keluarga ini. Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya. Syahdan, saat itu, Rio, si bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh sakit. Panas suhu badan yang tak kunjung reda, membuat mereka segera melarikan Rio ke salah satu rumah sakit Kristen terkenal di wilayah utara Bandung.

Di rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat itu mengatakan bahwa Rio mengalami kelelahan. Akan tetapi Agnes masih saja gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak kunjung membaik.

Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Rio, yang masih terkulai lemah, meminta Martono, sang ayah, untuk memanggil ibundanya yang tengah berada di luar ruangan. Martono pun keluar ruangan untuk memberitahu Agnes ihwal permintaan putra bungsunya itu.

Namun, Agnes tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada Martono, ”Saya sudah tahu.” Itu saja.

Martono heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran yang masih menggelayut dalam benak. Di dalam, Rio berucap, “Tapi udahlah, Papah aja, tidak apa-apa. Pah hidup ini hanya 1 centi. Di sana nggak ada batasnya.”

Sontak, rasa takjub menyergap Martono. Ucapan bocah mungil buah hatinya yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan. Nasehat kebaikan keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.
Hingga sore menjelang, Rio kembali berujar, “Pah, Rio mau pulang!”

“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,” jawab Martono. “Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Rio tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Rio, setengah memaksa.

Belum hilang keterkejutan Martono, tiba-tiba ia mendengar bisikan yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia kaget dan bingung. Tapi perlahan Rio dituntun sang ayah, Martono, membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang. Martono hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.

Tak lama setelah itu bisikan kedua terdengar, bahwa setelah Adzan maghrib Rio akan dipanggil sang Pencipta. Meski tambah terkejut, mendengar bisikan itu, Martono pasrah. Benar saja, 27 Juli 1999, persis saat sayup-sayup Adzan maghrib, berkumandang Rio menghembuskan nafas terakhirnya.

Tiba jenazah Rio di rumah duka, peristiwa aneh lagi-lagi terjadi. Agnes yang masih sedih waktu itu seakan melihat Rio menghampirinya dan berkata, “Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta dibalut kain putih aja.” Saran dari seorang pelayat Muslim, bahwa itu adalah pertanda Rio ingin dishalatkan sebagaimana seorang Muslim yang baru meninggal.

Setelah melalui diskusi dan perdebatan diantara keluarga, jenazah Rio kemudian dibalut pakaian, celana dan sepatu yang serba putih kemudian dishalatkan. Namun, karena banyak pendapat dari keluarga yang tetap harus dimakamkan secara Katolik, jenazah Rio pun akhirnya dimakamkan di Kerkov. Sebuah tempat pemakaman khusus Katolik, di Cimahi, Bandung.

Sepeninggal Rio
Sepeninggal anaknya, Agnes sering berdiam diri. Satu hari, ia mendengar bisikan ghaib tentang rumah dan mobil. Bisikan itu berucap, “Rumah adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.” Pada saat itu juga Agnes langsung teringat ucapan mendiang Rio semasa TK dulu, ”Mah, Mbok Atik nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok Atik adalah seorang muslimah yang bertugas merawat Rio di rumah. Saat itu Agnes menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga dikasih?” “Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Rio, singkat.

Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, Agnes meminta suaminya untuk mengecek ongkos haji waktu itu. Setelah dicek, dana yang dibutuhkan Rp. 17.850.000. Dan yang lebih mengherankan, ketika uang duka dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp 17.850.000, tidak lebih atau kurang sesenpun. Hal ini diartikan Agnes sebagai amanat dari Rio untuk menghajikan Mbok Atik, wanita yang sehari-hari merawat Rio di rumah.

Singkat cerita, di tanah suci, Mekkah, Mbok Atik menghubungi Agnes via telepon. Sambil menangis ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bertemu Rio. Si bungsu yang baru saja meninggalkan alam dunia itu berpesan, “Kepergian Rio tak usah terlalu dipikirkan. Rio sangat bahagia disini. Kalo Mama kangen, berdoa saja.”

Namun, pesan itu tak lantas membuat sang Ibunda tenang. Bahkan Agnes mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari seorang Psikolog selama 6 bulan.

Satu malam saat tertidur, Agnes dibangunkan oleh suara pria yang berkata, “Buka Alquran surat Yunus!”. Namun, setelah mencari tahu tentang surat Yunus, tak ada seorang pun temannya yang beragama Islam mengerti kandungan makna di dalamnya. Bahkan setelah mendapatkan Alquran dari sepupunya, dan membacanya berulang-ulang pun, Agnes tetap tak mendapat jawaban.

“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis tersungkur ke lantai. Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang, dan spontan berucap “Astaghfirullah.” Tak lama kemudian, akhirnya Agnes menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49: “Katakan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.

Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Rio, membuat Agnes berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku. Hingga akhirnya wanita penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah terimalah saya sebagai orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.

Setelah memeluk Islam, Agnes secara sembunyi-sembunyi melakukan shalat. Sementara itu, Martono, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. Setiap kali diajak ke gereja Agnes selalu menolak dengan berbagai alasan.

Sampai suatu malam, Martono terbangun karena mendengar isak tangis seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya Martono saat melihat istri tercintanya, Agnes, tengah bersujud dengan menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.

“Lho kok Mamah shalat,” tanya Martono. “Maafkan saya, Pah. Saya duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab Agnes lirih. Ia pasrah akan segala resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.


Martono pun Akhirnya Kembali ke Islam
Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, Martono seperti berada di persimpangan. Satu hari, 17 Agustus 2000, Agnes mengantar Adi, putra pertamanya untuk mengikuti lomba Adzan yang diadakan panitia Agustus-an di lingkungan tempat mereka tinggal. Adi sendiri tiba-tiba tertarik untuk mengikuti lomba Adzan beberapa hari sebelumnya, meski ia masih Katolik dan berstatus sebagai pelajar di SMA Santa Maria, Bandung. Martono sebetulnya juga diajak ke arena perlombaan, namun menolak dengan alasan harus mengikuti upacara di kantor.

Bapak Martono & Ibu

Di tempat lomba yang diikuti 33 peserta itu, Gangsa Raharjo, Psikolog Agnes, berpesan kepada Adi, “Niatkan suara adzan bukan hanya untuk orang yang ada di sekitarmu, tetapi niatkan untuk semesta alam!” ujarnya. Hasilnya, suara Adzan Adi yang lepas nan merdu, mengalun syahdu, mengundang keheningan dan kekhusyukan siapapun yang mendengar. Hingga bulir-bulir air mata pun mengalir tak terbendung, basahi pipi sang Ibunda tercinta yang larut dalam haru dan bahagia. Tak pelak, panitia pun menobatkan Adi sebagai juara pertama, menyisihkan 33 peserta lainnya.

Usai lomba Agnes dan Adi bersegera pulang. Tiba di rumah, kejutan lain tengah menanti mereka. Saat baru saja membuka pintu kamar, Agnes terkejut melihat Martono, sang suami, tengah melaksanakan shalat. Ia pun spontan terkulai lemah di hadapan suaminya itu. Selesai shalat, Martono langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat. Sambil berderai air mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.” Mengetahui hal itu, Adi dan Icha, putra-putri mereka pun mengikuti jejak ayah dan ibunya, memeluk Islam.

Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun akhirnya memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat. Hingga kini, esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah.
 (Sumber :  http://www.iniagamaku.blogspot.com/)

Rabu, 23 Maret 2011

LINGKUNGAN DAN KREATIVITAS

Pemanfaatan Lingkungan Dalam Perkembanagn Kreativitas

A. Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan adalah lingkunagn atau keadaan, kondisi tempat yang ada disekitar anak yang mempengaruhi berlangsungnya proses pendidikan.
Secara umum lingkungan pendidikan dibagi menjadi tiga bagian yaitu : Lingkungan keluarga, l;ingkunagn sekolah dan lingkungan masyarakat. Ketiganya mempunyai peranan yang sangt besar dalam proses tumbuh kembang dan perkembangan anak menuju terbentuknya kepribadian anak. Hal ini dipengaruhi atas dua factor, yaitu factor dalam dan factor luar. Yang di maksud dengan factor dalam yaitu bakat atau pembawaan, factor luar yaitu lingkungan dimana anak di ididik dan dibesarkan.
Hakikatnya setiap anak dilahirkan mempunyai kreativitas, namun kualitasnya tidak sama, ini tergantung pada bakat, gizi selama dalam kandungan, pengaruh lingkungan selama dalam kandungan. Bakat seseorang tidak selalu keturunan dari orang tuanga, tapi hal tersebut juga tidak mustahil atau dari kakeknya atau juga dari generasi sebelumnya.
Lingkungan yang bersifat langsung adalh pengaruh yang diperoleh dari alam, manusia, tempat tinggal disekitarnya. Tentulah pengaruh ini ada yang bersifat positif dan negative, meneleksi pengaruh negative adalah tugas pendidik, terutama orang tua yang berwenang menentukannya.
Lingkungan yang tepat adalah yang bersifat kondusif atau yang dapat mendorong berkembannya krativitas.Selain bersifat positif a dan negative ada juga pengaruh yang berkuslitas rendah dan tinggi, walaupun keduanya bersifat positif. Pendidik seyogyanya memilih pengaruh yang bersifat positif dan berkualitas tinggi.

1. Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama, karena sejak masa dalam kandungan dan lahir berada dalam keluarga dan kerena keluarga sangat penting dalam proses pendidikan untuk membentuk pribadi utuh.
Menurut Ki Hajar dewantara , pendidikan yang berhubungan dengan perasaan dapat dibentuk disini, seperti : disiplin , beriman, berani, berhati lembut, berinisiatif, berfikir matang, bershaja, bwersemangat, bertanggung jawab, bertenggang rasa, cermat, gigih, hemat, jujur, bersukur, kreatif, mawas diri, pemaaf, pemurah, pengendalian diri, ramah tamah, kasih sayang, tertib, sopan antun, sportif, susila, tegas, teguh, tekun, terbuka dan ulet.(Edi Setyawati dkk, 1977).Semua sifat diatas dapat ditanamkan di hati anak tapi disesuaikan dengan kematangan k,kecerdasaqn, umur. Dan tingkat perkembangan anak dengan tidak ada unsure paksaan. Menginagat ketentuan ini orang tua perlu mengetahui keadaan anak dalam memberikan pengaruh.Suasana dalam keluaraga bepengasruh dalam perkembangan kreativitas anak.
JIka anak selalu dalam keadaan senang dan sehat, dia akan tumbuh dan berkembang dengan baik, tidak mengalami kekerdilkan dalam fisik atau psikis, tapi sebaliknya akan menjadi pribadi yang matang dan utuh. Maka berilah kekbebasan dalam bermain, sehinga memmungkinkan berkembannya kreatifitas anak. Kreatifitas dan kecerdasan selama ini tidak berhubungan parallel, artinya anak yang kreatif belum tentu cerdas, sebab dapat saja anak pendiam pada kenyataanya ia cerdas, jadi anak yang cerdas kadang kadang pendiam.
Ketahanan dalam keluarga mempengaruhi kratifitas anak, karena ketahan dipengaruhi oleh berbagai factor , keutuhan, keharmonisan, social ekonomi, tinglat pendidikan, kesehatan, jumlah anak dan agama.

2. Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah meerupakan lingkuna pendidikan yang kedua, karena lingkungan ini dikaitkan dengan pelajaran. Pengembangan Iptek perlu ditujukan untuk meningkatkan kreatifitas anak. Oleh kerena itu guru harus menarik dan mampu membangkitkan minat anak untuk mencoba dn menghayati ilmu yang sedang dipelajari.Sekolah yang bagus dan ideal adalah sekolah yang tenang dan menyenagkan, buakn menakutkan, dengan dilengkapi media pendidikan , atau sarana dan prasarana yang menunjang.
Disisi lain guru juga harus meningkatkan kreativitasnya dan belajar terus dengan membaca, mengikuti kegiatan ilmiah dan lain lain. Juga dapat memahami karakter anak didik, memahami dan memantau perkembangan anak sebagai tolak ukur keberhasilan dalam mengajar.
Sekolah membentuk dan melatih kecerdasan intelektual serta kecerdasan emosiaonal, itu sangat penting bagi terbentuknya kepribadian yang komplit, yang tidak cukup hanya pandai dan cerdas saja juga bermoral. Sehingga mampu mengkombinasikan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosiaonal.kercerdasan emosional mempermudah berkomunikasi, kreatif berniat dan berkemauan yang tinggi dan juga mendasarkan diri untuk berkreativitas dan sebaliknya kreativitas dapat mencerdaskan emosional.
Kreativitas akan meningkat sesuai dengan tingkat pendidikan anak, seiring dengn lkematangan, kecerdasan dan pengalamannya. Lbih tinggi timngkat pendidikan lbih kompleks pula tingkat kreativitas seeorang. Kreativitas tidak berhubungan dengan social ekonomi atau kebutuhan ekonomi, kreativitas anak tidak ada hubungannya dengan nilai uang atau meteri. Contoh anak-anak bermnain atas dasar kesenangan, hobi, bakat,atau minat.

3. Lingkunagn Masyarakat
Lingkungan masyarakat lebih luas dan kompleks, sehingga agak sulitv mengawasinya. Namun ini memberikan kesempatang yang luas bagi anak untuk mengembangkan diri dan kreativitasnya.
Lingkungan masyarakat dibagi menjadi empat macam :
a) Tempat Tinggal
Anak-anak bermain bersama disekitar tempat tinggal mereka, dan mendapatkan p[eluang entuk mengembangkan imajinasi, kemampuan dan daya nalar vmelalui kreativitas. Dan jika sudah dewasa kesempatan untuk bermain dengan tetangga sangat sedikit.
b) Tempat Kerja
Lingkungan pekerjaan mem-engaruhi kreativitas seseorang, melihat teman sekerja kreativ, lincah, berdedikasi, memiliki kemauan yang keras, pentang menyerah, ulet, sabar, disiplin dan lain lain akan mem[paengaruhi kreativitas seseorng dalam bekerja. Sarana dan prasarana, serta suasana juga mendukung kratifitas seseorang, jika suasanany senang nantinya akan menghasillan yang baik dan berkreativitas.
c) Organisasi
Kegiatan organisasi mempengaruhi aktivitas dan krerativitas seseorng, karena di tuntut ubtuk bergerak dan berinovasi serta dituntut pula untuk berfikiran maju,dinamis dan lincah.Kiprah dalam berorganisasi dituntut untuk berkreativitas dengan pengaruh dari pimpinan yang sangat besar, juga pengaruh dari besarnya organisasi menuntut untuk kratifitas yang tinggi.
d) Tempat Bergaul
Tempat bergaul seseorang sangat ,mempengaruhi perkembangan kreativitas seseorang, karena komunikasi , pergaulan dan saling bertemu, karena adanya sesuatu yang diterima dan di ketahui yang vpada akhirnya berpengaruh pada timbulnya kreativitas.adanya komunikasi mempengaruhi seseorang untuk bertindak dan berkreativitas.

Khusus anan-anak, pemngaruh yang didapat dalam pergaulanakan mendorong si anak untuk meniru perbuatan temannya.
Kemudian hari ia dapat menciptakan sesuatu melalui kreativitas dan imajinasi serta keterampiulannaya sendiri. Pergaulan yang terpantau akan mempengaruhi mutu dari kreativitas si anak.

B. Manfaat Pengembangan Kreativitas Anak

Pengertian kreativitas amnak adalah sebagai kemampouan untuk mencapai suatu produk baru (Samiawan, dkk, 1984). Karena itu jika kreativitas berkembang dengan baik maka kemudian hari memiliki kemampuan , keterampilan dan profesi yang bahkan luar biasa. Kemampuan ini dapat berkembang jika di beri lingkungan yang kondusif.
Pada abad 21 orang harus siap berkompetisi secara bebas, hanya orang yang ahli, terampil dan professional yang menang.Moslow mwngistilahkan jika orang sampai pada motif yang tertinggiyaitu aktualisasi diri, maka hidunya sudah puas, bangga, dan merasa bahagia.Negara-negara maaju sudah mengembangkan pendidikan kreativitas. Pendidikan modern mempunyai peran ganda yaitu membina kemanusiaan dan sebagai pengambangan sumber daya manusia, ini sebaiknya sudah dimulai dari pwendidikan pra sekolah.

C. Hal-hal yang Harus Diperhatiakan dalam Perkembangan Anak.

Menanamkan Disiplin Anak.
Diciplin secara harfiah berarti apa yang disampaikan oleh guru. Dalam pengetahuan berarti ilmu yang disampaikan, dalam agama berarti ajaran, secara umum berarti penataan prilaku sesuai dengan ajaran yang dianut, terdapat unsur kesetiaan, ketaaatan terhadap peraturan.
Secara psikopedagogik penataan prilaku yang sesuai dengan hokum pertumbuhan, perkembangan dan dengan prifil kejiwaan.(Dr. J. Riberu 1987)Pada dasarnya kedisiplinan merupakan suaru kesadaran pribadi, bukan paksaan orang lain.jika dilaksanakan akan mempengaruhi sesotrang dalam merencanakan pengguaan waktu, sebaiknya pula di mulai semenjak masuk pra sekolah.

1. Cara menanamkan Disiplin.
Menurut Dr. J. Riberu Pembinaan disiplin harus memiliki empat unsure :
a). Harus merupak petunjuk atau pegangan bagi seseorang
b). Harus disertai sanksi, Khususnya sangsi negative
c). Sebaiknya dikaitkan dengan imbalan/penghargaan/reward
d). Harus konsisten.

Atas dasar unsure-unsur diatas maka penerapan disiplin anak dapt dilakukan sebagai berikut :
a). Pendekatan disesuaikan dengan tingkat kematangan, perkembangan dan usia anak.
b). Dimulai sejak dini, yaitu dilingkungan keluarga.
C). Orang tua hrus kompak menerapkan peraturan.
D). jika ada kakek atau nenek maka sikap orang tua harus sama dengan mereka.
e). Sikap guru haerus sama dengan orang tua, maka harus sering berkonsulytasi agar tindakan mereka tidsak bertentangan.
f). pendekatan terhadap anak ada saaatnya bersikap otoriter, demokratis atau permissive tergantung kondisi dan prosesnya. Dalam hal ini kearifan sanat penting jangan sampai tersinggung. Ketiga pendekatan tersebut terdapat kekurtanga dan kelebihan nya, namun yang terbaik adalan demokratis dengan alas an :
• Anak diajak beryukar fikiran beradu argumentasi.
• Norma kedisiplina dapat dikaji ulang.
• Tidak ada hkuman
• Menajarkan kerja sama, mengendalikan diri dengan tenag, ramah tamah pada orang lain.
• Membina penyesuaian pribadi dan social yang baik
• Guru dan orang tua mempunyai hubungan baik dengan anak yang hangat dan bersahabat sehingga terjalin kerja sama.
• Dapat memuaskan anak terutama usia pubertas menginjak dewasa, sebab diberikan kepercayaan dan peluan untuk mengatur tingkah lakunya, dan tidak merasa tertekan.
g). Perludisdasarkan pada cinta, tanggung jawab dan kebijaksanaan.
2. Penilaian
Dapat dilihat dari :
 Adanya perbaikan prilaku
 Adanya sikap taat peraturan
 Tidak pendendam
 Bertanggung jawab dengan kesadaran sendiri.
 Menghargai peraturan dan lingkungan
 Terciptanya keharmonisan
D. Kecerdasan Emosional Dan Penerapannya.
Kecerdasan emosional adalah kemampuan emosi yang sangat tinggi atau cerdas mampu berbuat sesuatu denanmenyesuaikan diri dengan situasi masa kini dan mendatang. Kecerdasan emosional adalah bagian dari pribadi manusia dan berhubungan langsung dengan prilakunya.kecerdasan intelektual berhubungan dengan pikiran, apabila keduanya digabungkan hasilnya mendapatkan manusia yang pandai dan bermoral/berkepribadian.
Taman kanak-kanak merupakan dasar bagi pembetukan pribadi dan menembangakan kecerdasan emosional anak, walau porsi tebanyak dikeluaraga tapi sekolah ikut membantunya.
a). Unsur Utama Kemampuan Yamg berkaitan Dengan Emosional.
Menurut Daniel Goleman (1977)kecerdasan emosional memiliki tujuh unsure :
1. Keyakinan, perasaan yang kuat akan keberhasilan yang di upayakan.
2. Rasa ingi tahu, ingin menyelidiki sesuatu yang bersifat positif, jika berhasil menimbulkan kesenangan.
3. Niat, hasrat disertai dengan kemampuan untuk mencapai keberhasilan.
4. Kendali diri, mengendalikan tindakan dengan usia dan kematangan pribadi
5. Keterkaitan, kemampuan melibatkan diri dengan orang lain berdasarkan saling memahami.
6. Kecakapan berkomunikasi kemampuan bertyukar wawasandan gagasan disertai dengan keyakinan.
7. Kreatif, kemampuan membuat keseimbangan antara kebutuhan sendiri, orang lain dan kelompok (budiono, 1997)
Kesemuanya itu sebaiknya di tanamkan sejak usia pra sekolah, dengan metode sesuai dengan usia dan sifat anak.
b). Penerapan Kecerdasan emosional di Taman Kanak-kanak.

Secara umum profil kemampuan guru Taman Kanak-Kanak antara lain :

1. Guru TK yang propesional dan berpendidikan tinggi dengan syarat sebagai berikut :
a). Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b). Pandai bergaul dengananak seusioa TK, memiliki kasih sayang dan periang.
c). Mengembangkan sikap tanggung jawab, disiplin dan emosi yang stabil.Mencintai profess guru TK
d). Berinteraksi denganorang tua dan anggota masyarakat

2. Memahami dan Mampu mengembangkan prilaku terhadap anak usia TK berupa :
a). Paham tugas perkembasngsn sansk TK
b).Toleran terhadap prilaku anak.
c). Mampu berkomunikasi denghan anak sehingga timbul rasa aman dalam mendidik

Disarikan dari Pendidikan Anak Usia dini, Dr Soegeng Santoso2004
bersambung...... 

Rabu, 09 Maret 2011

Batik Tetangga

Hari ini saya melihat tayangan dokumenter mengenai perkembangan batik di negara tetangga melalui siaran TV kabel.Sangat berkesan sekali bagaimana mereka (dalam dokumenter tersebut) memberikan gambaran tentang bagaimana perkembangan Batik dari awal hingga sekarang. Yang membuat miris adalah mereka begitu membanggakannya sekali walaupun mereka juga mengakui bahwa itu bukan asli kebudayaan mereka. tetapi yang jadi kekaguman saya juga adalah bagaimana mereka mengemas suatu bentuk pencitraan seakan akan itu adalah miliknya. Ini mungkin yang dijadikan alasan bagi masyarakat kita untuk menjadi emosi nasional. Memang sepintas bisa saja tayangan tersebut menjadi provokativ kalau tidak dilihat secara bijaksana.
BAGAI MANA DENGAN PEMERINTAH KITA???? (Bersambung........)

Senin, 07 Maret 2011

Doa Qunut

Hari masih sangat gelap, udara dingin seakan menusuk tulang,..Di suatu desa yang sangat terpencil di daerah pegunungan yang baru saja salah satu warganya mengalami musibah yaitu meninggalnya seorang perempuan yang baru saja melahirkan. Malam itu kebetulan adalah malam jumat yang dipercaya oleh warga kampung tersebut sebagai malam yang angker, apalagi adanya kejadian tersebut membuat warga seakan enggan untuk keluar malam. suasana seperti itu  mendukung sekali bagi warga desa tersebut untuk tidak segera beranjak dari peraduan ketika subuh tiba.
Tetapi itu bukan halangan untuk bebarapa warga, ada seseorang yang datang pertama sekali yang memang sudah biasa untuk dia datang lebih dahulu, karena biasanya ia akan menyiapkan segala sesuatunya di mushola tersebut untuk keperluan beribadah. Dan saat itu karena sudah waktunya subuh maka azan pun ia kumandangkan melalui pengeras suara, berharap warga untuk datang sholat subuh berjamaah.
Setelah beberapa saat azan selesai dikumandangkan dan dilanjutkan dengan sholat sunnah, masih belum ada warga yang datang, ia pun berinisiatif untuk besholawat melalui pengeras suara berharap ada yang mau sholat berjamaah. Harapannya pun terkabul seorang warga pun datang, lega lah hatinya karena masih ada orang yang mau menemaninya sholat berjamaah walaupun dalam suasana yang dingin disertai rintik hujan.
"lho kok cuma sendiri kang? tanya warga yang baru datang
."iya...pa ustadz sedang ada penataran di kota."  jawabnya...
"lalu siapa yang jadi imamnya? tanya warga itu lagi 
Di desa tersebut memang masih jarang terdapat orang yang pandai dalam ilmu agama, kebetulan malam itu sang pemuka agama tersebut sedang mengikuti penataran oleh departemen agama di kota untuk beberapa hari, maka malam itupun ketika subuh tidak ada orang yang memimpin sholat subuh.
" kita tunggu warga datang dulu!
sepertinya warga malas datang kang, mungkin mereka takut musibah kematian warga tempo hari , katanya kalau meninggal melahirkan bisa jadi kuntilanak!" ucap orang itu.
'Huss..macam macam saja omongan mu kang!ayo kita mulai sholatnya, biar saya saja yang jadi imamnya!padahal dalam hatinya ada juga perasaan takut mendengar ucapan orang itu.
Sholat pun di mulai...suasana hening di iringi suara rintik hujan membuat susana seperti mencekam. Rakaat pertama dilalui dengan sempurna tanpa hambatan.Rakaat kedua pun masih diiringi suasana yang mencekam karena rasa takut yang menyelimuti mereka, Perasaan takut menggoda kekhusuan sholat mereka.dan ketika sang imam bangun dari ruku' ia langsung saja sujud, tiba-tiba sang makmum dibelakang berkata"Kun...kun..kun...."karena rasa takutnya yang sudah sangat dirasa sang imam tanpa dikomandoi langsung berlari tungganglanggang sambil berteriak "Kuntialanaaaaaak...."sang makmum pun yang memang juga penakut ikut lari begitu sang imam bertetiak dan berlari. Akhirnya sholat mereka pun rusak dan bubar.
Padahal sang makmum bermaksud baik memberikan kode agar sang imam membaca doa Qunut, tetapi tidak tahu cara dan ilmunya.

Cerita diatas bukan bermaksud memprovokasi tetapi sebagai gambaran  saja betapa perlunya suatu ilmu itu di miliki walaupun kelihatan sepele.
Jangan kita selalu berkonfrontasi, karena berbeda pandangan, karena perbedaan adalah Karunia Ilahi yang harus di syukuri.