Selasa, 19 Maret 2013

Operasi Plastik

cerita ini bermula muncul ketika saya tidak sengaja putar chanel TV pada acara infotainment, dimana diberitakan banyak para pesohor alias artis yang tidak puas dengan penampilan dirinya, sehingga banyak yang memutuskan untuk merombaknya dengan operasi plastik. dari panca indra, bokong, dada, dsb dsb... Yang lebih parah lagi ada seorang artis yang tanpa tedeng aling aling mengaku telah operasi keperawanannya. Ow EMM Jieee.. ko bisa ya...
Terinspirasi dari berita itu, ini ada satu anekdot yang bisa bikin kita nyengir.
Pada suatu hari seorang wanita datang ke rumah sakit yang melayani operasi plastik. tentunya rumah sakit yang sangat terkenal dan bukan di Indonesia barang kali.
Tahap pertama adalah konsultasi, di mana sang pasien membeberkan di bagian mana yang akan dipermak.Maka terjadilah percakapan antara pasien dan Dokter.
Dokter : wah anda sudah terlihat sempurna, apa lagi yang mau anda rubah ?
Pasien : begini dok, saya sudah pernah menikah,dan sekarang sudah sendiri alias janda, dan saya berencana untuk menikah lagi, saya ingin membahagiakan suami saya nanti.
Dokter : Maksudnya?
Pasien : maksudnya supaya di malam pertama saya serasa seperti masih perawan.saya mau operasi keperawanan saya dok.(jelasnya terus terang)
Dokter : Ohhh begitu..( sambil manggut manggut), tapi agak susah, dan beresiko..
Pasien : saya tanggung dok resikonya..dan berapapun biayanya akan saya bayar (sambil memelas)

Dokter : Baik saya akan jelaskan dulu sebelum melakukan operasi agar anda mengetahui apa yang akan saya lakukan.
Pasien : siap dok.
Dokter : Begini, kalau operasi bagian lain bisa di cangkok dari bagian tubuh kita sendiri atau mungkin ada donornya, tapi kalau keperawanan agak sulit karena cuma ada satu di setiap wanita dan kalaupun diambil dari organ orang lain pasti tidak ada yang mau di ambil keperawananya buat orang lain.
Pasien : Terus gimana dok ?
Dokter : Begini, keperawanan itu di samakan dengan selaput dara.sedangkan organ yang mirip dengan itu adalah selaput gendang di bagian pendengaran.
Pasien : maksudnya?
Dokter : Ya sama sama selaput, Jadi, jalan satu satunya untuk operasi selaput dara anda ialah dengan mengambil dari selaput gendang anda, gi mana?
Karena sudah berambisi sekali untuk operasi, maka si pasien pun meyetujuinya.
Pasien : Lanjut saja dok!(katanya bersemangat)

Selanjutnya proses operasi pun di mulai, dan operasi berjalan lancar tanpa adanya halangan satu apapun.Setelah perawatan beberapa hari, sang pasienpun di perbolehkan pulang.Tapi sebelum pulang ia harus menyelesaikan dahulu proses administrasinya, maka bertanyalah ia pada sang dokter.

Pasien : Berapa biaya yang harus saya bayar dok?
Dokter : 250 juta.
Pasien : Berapa dok?(sambil wajahnya mendekat ke dokter)
Dokter : 250 Juta Rupiah
Pasien : Berapa dok? (tanya si pasien mengulangi)
Dokter : 250 Juta rupiah bu!
Pasien : berapa dok ? Ga jelas nih
Lalu sang dokterpun beranjak dari tempat duduknya dan mendekati sang pasien, sambil menunduk dan mengangkat rok sang pasien sang dokter berkata " Dua Ratus Lima Puluh Juta Bu Biayanya !
Pasien : Oooohhh segitu dok, baiklah saya bayar.

Dan sang dokterpun menjelaskan bahwa pendengaranya pindah ke daerah paling intim, itu makanya dia harus menunduk dan mengangkat rok sang pasien sewaktu menjawab pertanyaannya. Wah kalau itu benar benar terjadi, repot juga ya! Gimana nanti kalau terima telepon, masa sih harus mendekatkan ke arah itu, lalu kegiatan kegiatan lainya yang berhubungan dengan pendengaran akan tergangu deh.ga kebayang !!!

 "cerita dia atas bukan bermaksud menyinggung siapapun, hanya sekedar intropeksi kita, bahwa apapun adanya yang ada pada diri kita adalah anugrah yang paling berharga yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Bersyukur atas nikmat Tuhan bukan merupakan suatu hal yang memberatkan bagi umatnya"
Wassalam...

I am Back

Akhirnya setelah dua tahun absen, kesempatan buat nulis sesuatu jadi kenyataanm lagi. setelah lama tidak pernah melirik blog ini, dengan sedikit utak atik akhirnya bisa posting lagi. Mudah mudahan ada pengalaman yang bisa di share selama absen kemaren.