ClubBali, Klub Liburan
Hari sabtu sore kemarin saya diminta istri untuk mengantarnya mengambil voucher menginap gratis di hotel berbintang di Bali. Sebelumnya saya sempat ada pikiran-pikiran negatif. Masak iya sih ada yang gratis sekarang ini? Pasti hanya alasan untuk menawarkan sesuatu ataupun untuk menipu. Istri saya bilang hanya yang diundang yang bisa mengambil voucher tersebut.
Setelah sampai di tempat yang dituju, istri saya ditanya tentang siapa pengundangnya dan langsung disodori questionnaire untuk diisi. Salah satunya adalah kesediaan untuk ikut presentasi dengan waktu minimal 90 menit. Terkaget-kaget saya melihat istri saya ternyata menyetujui hal itu - belakangan saya ketahui bahwa istri saya melewatkan kata minimal tersebut. Beberapa menit kemudian ada seseorang yang memperkenalkan diri dan mengajak kami berdua masuk ke dalam sebuah ruangan yang luas, penuh dengan orang-orang yang sepertinya sedang diberi penjelasan oleh petugas-petugasnya masing-masing.
Penjelasan dimulai dengan sejarah PT. Puri Loka yang mulai berdiri tahun 1992 dan diselingi dengan pemutaran video RCI dari proyektor. Ternyata mereka menawarkan keanggotaan Club Bali, yaitu keanggotaan klub liburan berupa akomodasi hotel berbintang, resort dan cottage yang mereka miliki ditambah dengan berbagai tempat afiliasi yang tersebar di Indonesia dan dunia dengan berafiliasi ke RCI. Konsep yang dijual menurut saya menarik karena bisa mendapatkan akomodasi dengan lebih mudah, biaya akomodasi berdasarkan point dan beberapa keuntungan yang bisa didapat seolah-olah kita adalah pemilik tempat liburan tersebut.
Keuntungan menjadi member menurut mereka antara lain bisa menghadiahkan, menyewakan, menjual bahkan mewariskan point yang mereka miliki. Keanggotaan yang dijual adalah selama 20 tahun dengan point per tahunnya adalah 2.400 point sehingga point total yang ditawarkan adalah 48.000 point. Setiap tempat punya perhitungan point yang berbeda-beda (mungkin karena harga kamar dan fasilitas juga berbeda-beda).
Sayangnya saya dan istri bukanlah tipe orang yang senang berlibur dengan cara seperti itu. Prioritas liburan istimewa masih bukan merupakan prioritas yang tinggi. Disamping jatah libur yang sedikit selain hari Sabtu dan Minggu, kami berdua juga agak sulit untuk menyatukan jadwal cuti. Selain itu, mengisi liburan tidak melulu harus dengan cara jalan-jalan seperti itu. Menonton TV di rumah, bercanda dengan Naufal, atau hanya sekedar pergi ke tempat wisata sekitar Jakarta pun sudah cukup. Kalaupun ingin berlibur dan menginap di tempat yang jauh, kami tidak memaksakan diri harus menyewa kamar di hotel berbintang, yang sederhana pun sudah cukup asalkan tempatnya bersih dan nyaman. Sehingga kami merasa bahwa tawaran yang diajukan sepertinya terlalu mewah dan sangat berlebih untuk kami.
Setelah melihat penawaran harganya, terus terang kami semakin tidak berminat. Kami lebih memilih berhemat dan menabung untuk biaya pendidikan Naufal dan adik-adiknya (amiiinnn) kelak, biaya penyelesaian studi S2 istri saya dan juga biaya pendidikan S2 saya. Dan akhirnya kami putuskan untuk menolak tawaran tersebut.
Pada akhirnya kami tetap diberikan voucher untuk menginap gratis tersebut. Pada saat ditanyakan lokasi hotel yang akan diambil, kami tidak bisa menjawab karena kami memang sebenarnya tidak ada rencana untuk berlibur istimewa dalam bulan-bulan ini.
Saya juga meminta maaf dalam hati karena ternyata mereka fair, tidak menipu dan memang menawarkan sesuatu yang legal.
Minggu, 17 April 2011
Berbagai Macam cara menarik Pelanggan
Free voucher nginap gratis di launching villa di puncak
By msabir
Sabtu 23 May 2009 pengambilan voucher nginep gratis di launching villa puncak..
saya batalin ah.. (bisa santai dirumah nikmatin libur.. hehe) dari pada tidur di hotel tapi mimpi dikeroyok ma sales-marketing..
ayahbunda-online
mb yusri,Re: [Ayahbunda-Online] Oot: dtawarin voucher kota bunga gratis, bener apa bohong?
Nika Hanidhah
Mon, 12 Jan 2009 16:41:02 -0800
seingatku bukan club bali deh mbak..
tapi ada crus crus nya gitu
liburannya naik kapal pesiar…
ya syukur de kl yg mbak yusri itu bener…
cara pemasarannya kok gitu ya
aku merasa dijebak…hihihi
mamut
— On Mon, 1/12/09, – Yusri – wrote:
From: – Yusri -
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Oot: dtawarin voucher kota bunga gratis, bener
apa bohong?
To: Ayahbunda-Online@yahoogroups.com
Date: Monday, January 12, 2009, 5:51 AM
Hik…..hik. ..hik….
Sebenarnya mrk bukan sekongkol, Nik….
Mereka memang member2 baru yg mau bergabung dgn club bali.
Saya juga pernah diajak utk gabung dlm presentasi itu.
Kebetulan… ..say sekeluarga (dgn 3 anak) sering traveling. Tiap nginep di
hotel, aku butuh 2 kamar.
Nah…….dgn menjadi member itu, aku lebih beruntung. Krn tiap tahun rate 1
kamar hy berkisar 175rb saja. Memang berat krn kita hrs bayar dimuka utk sekian
tahun (aku ikut member 12 thn).
Harga kamar yg sekian juga berlaku di LN.
Nah…….sasaranku adalah pergi umrah sekeluarga dengan memakai fasilitas itu.
Krn stlh dihitung2 jauh lebih murah.
Klu aku sekeluarga umrah (5org), ongkos dll bisa lebih dari 75jt. Tp dengan
menggunakan fsilitas club bali, aku hy bayar member sekitar 20jutaan.
Regards,
YUSRI
email: yusr…@yahoo. co.id
YM: yusri_smpn1
Sent from my BlackBerry® wireless device
From: Nika Hanidhah
Date: Sat, 10 Jan 2009 13:12:28 +0800 (SGT)
To:
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Oot: dtawarin voucher kota bunga gratis, bener
apa bohong?
mb ruly….
kok aku curiga…
soalnya dulu pernah jg…
temanku yg dpt voucher di solid marbella
tp krn dia msh single
jd dia minta aku menggantikannya (ktnya boleh diwakilkan ma org yg uda mnikah)
vocernya buat banyak orang (lupa tepatnya)
krn sambil nolong temen
kecipratan nginep gratis pula
kuiyain aj…
naik taxi ke sarinah…juga
disana daftar ulang
trus disuruh ikut presentasi gitu
ternyata dia jualan membership liburan dgn kpl pesiar keliling dunia
uda dr awal dlm hati
gak mungkin aku jd member gituan
mahal jeeee…
disana duduknya di meja kursi mkn gitu
kita disuguhi minum (makan gak sptnya) kue doang
yg presentasi org2 berbaju bisnis resmi gitu…
terakirnya kok aku merasa dijebak..
kita di followup lg per meja 1 orang yg brusaha meyakinkan kita
“gmn bu, tertarik dgn penawaran kita?”
“ya tertarik, tp uangnya kan gak cukup jeee”
pokoknya didesak dgn sedemikian rupa…
kata “tertarik” itu artinya deal
kita disuruh isi ini itu…
tp emoh tandatangan.
itu yg bikin dia bete…
dan aku ingetin kesini cuma ambil voucher doang…
kesini gak buat ikutan ginian…
aku jg gak tau kl disuruh dengerin presentasi dulu.
disana tuh kl ada org yg deal jd member
disorakin, disalamin, heboh de
berharap kita terbawa suasana dan mnirunya
kupikir bisa aja tamu2 itu org bayaran…
soalnya menit2 trakir kita blm mau ttd tgn, hampir semuanya deal.
kecuali mejaku kali’. hhihihihi
kok koyoe gak masuk akal
kupikir mereka semua dtg dgn pengetahuan yg sama dgnku
cuma ambil voucher
tp kok tiba2 deal transaksi sekian puluh juta dgn mudah dan cepat
opo gak mikir2 dulu po piye
opo orang tajir semua ya…
krn kita ngeyel…
sampai yg presentasi td kesel
ngancam kita lapor ke managernya
ih siapa takut….sini panggil aja
walah managernya kok baik hati…
gak tnd tgn yo ra popo
voucher yg dr td jd tujuan, pun dikasi cuma2
kita pulang, beres
krn cara mendapatkan voucher itu dgn cara gak enak
kamipun membiarkan vocer itu smp expired, gak dipake
dan tidak mudah berbujuk lg
mamut
dulu masi lugu sih.
baru jd perantau
lagi aaaaaah….
di sby, juga pernah dpt undangan gini ke greentech
pas jaman kuliah sih…
itu salah sasaran kl ya
mosok anak kuliahan disuru beli vacum cleaner, rice cooker yg harganya gak
reasonable
krn niatnya cuma nukerin kupon, ya kekeh gak beli.
tyt aku disana disuruh ambil lintingan kertas
hihihihih, temanku dpt jam weker
aku dpt pulpen
hihihihihi
ya Allah…..
pdhl cari alamatnya ngabisin bensin…
ngebut krn disela2 transisi jam kuliah
oalah…
ojo tertipu yo mbak.
mamut
— On Wed, 1/7/09, Ruly Roy wrote:
From: Ruly Roy
Subject: [Ayahbunda-Online] Oot: dtawarin voucher kota bunga gratis, bener apa
bohong?
To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, January 7, 2009, 8:14 AM
Td barusan trima telp, aku dksh voucher nginep 3hr 2mlm di kota bunga,
gratis, tanpa hrs beli brg apapun.
Tp ga dkirim ke rmh, qta hrs ambil d gd. Sarinah thamrin lt 11 room 10
PT. Resort n spa kota bunga
Dgn mbak Lala
75912425.0815855238 21
Dulu pernah baca dh, ada yg dsuruh ambil d sarinah, tnyata nipu. Hare
gene ada yg gratisan, patut waspada.
Tlg dong sharing brgkali ada yg pernah dtawarin brg yg sama, bener ga neh?
bundanya aulia+adam
Semoga ini bisa jadi referensi buat orang yang belum mengetrahuinya...
By msabir
Sabtu 23 May 2009 pengambilan voucher nginep gratis di launching villa puncak..
saya batalin ah.. (bisa santai dirumah nikmatin libur.. hehe) dari pada tidur di hotel tapi mimpi dikeroyok ma sales-marketing..
ayahbunda-online
mb yusri,Re: [Ayahbunda-Online] Oot: dtawarin voucher kota bunga gratis, bener apa bohong?
Nika Hanidhah
Mon, 12 Jan 2009 16:41:02 -0800
seingatku bukan club bali deh mbak..
tapi ada crus crus nya gitu
liburannya naik kapal pesiar…
ya syukur de kl yg mbak yusri itu bener…
cara pemasarannya kok gitu ya
aku merasa dijebak…hihihi
mamut
— On Mon, 1/12/09, – Yusri – wrote:
From: – Yusri -
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Oot: dtawarin voucher kota bunga gratis, bener
apa bohong?
To: Ayahbunda-Online@yahoogroups.com
Date: Monday, January 12, 2009, 5:51 AM
Hik…..hik. ..hik….
Sebenarnya mrk bukan sekongkol, Nik….
Mereka memang member2 baru yg mau bergabung dgn club bali.
Saya juga pernah diajak utk gabung dlm presentasi itu.
Kebetulan… ..say sekeluarga (dgn 3 anak) sering traveling. Tiap nginep di
hotel, aku butuh 2 kamar.
Nah…….dgn menjadi member itu, aku lebih beruntung. Krn tiap tahun rate 1
kamar hy berkisar 175rb saja. Memang berat krn kita hrs bayar dimuka utk sekian
tahun (aku ikut member 12 thn).
Harga kamar yg sekian juga berlaku di LN.
Nah…….sasaranku adalah pergi umrah sekeluarga dengan memakai fasilitas itu.
Krn stlh dihitung2 jauh lebih murah.
Klu aku sekeluarga umrah (5org), ongkos dll bisa lebih dari 75jt. Tp dengan
menggunakan fsilitas club bali, aku hy bayar member sekitar 20jutaan.
Regards,
YUSRI
email: yusr…@yahoo. co.id
YM: yusri_smpn1
Sent from my BlackBerry® wireless device
From: Nika Hanidhah
Date: Sat, 10 Jan 2009 13:12:28 +0800 (SGT)
To:
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Oot: dtawarin voucher kota bunga gratis, bener
apa bohong?
mb ruly….
kok aku curiga…
soalnya dulu pernah jg…
temanku yg dpt voucher di solid marbella
tp krn dia msh single
jd dia minta aku menggantikannya (ktnya boleh diwakilkan ma org yg uda mnikah)
vocernya buat banyak orang (lupa tepatnya)
krn sambil nolong temen
kecipratan nginep gratis pula
kuiyain aj…
naik taxi ke sarinah…juga
disana daftar ulang
trus disuruh ikut presentasi gitu
ternyata dia jualan membership liburan dgn kpl pesiar keliling dunia
uda dr awal dlm hati
gak mungkin aku jd member gituan
mahal jeeee…
disana duduknya di meja kursi mkn gitu
kita disuguhi minum (makan gak sptnya) kue doang
yg presentasi org2 berbaju bisnis resmi gitu…
terakirnya kok aku merasa dijebak..
kita di followup lg per meja 1 orang yg brusaha meyakinkan kita
“gmn bu, tertarik dgn penawaran kita?”
“ya tertarik, tp uangnya kan gak cukup jeee”
pokoknya didesak dgn sedemikian rupa…
kata “tertarik” itu artinya deal
kita disuruh isi ini itu…
tp emoh tandatangan.
itu yg bikin dia bete…
dan aku ingetin kesini cuma ambil voucher doang…
kesini gak buat ikutan ginian…
aku jg gak tau kl disuruh dengerin presentasi dulu.
disana tuh kl ada org yg deal jd member
disorakin, disalamin, heboh de
berharap kita terbawa suasana dan mnirunya
kupikir bisa aja tamu2 itu org bayaran…
soalnya menit2 trakir kita blm mau ttd tgn, hampir semuanya deal.
kecuali mejaku kali’. hhihihihi
kok koyoe gak masuk akal
kupikir mereka semua dtg dgn pengetahuan yg sama dgnku
cuma ambil voucher
tp kok tiba2 deal transaksi sekian puluh juta dgn mudah dan cepat
opo gak mikir2 dulu po piye
opo orang tajir semua ya…
krn kita ngeyel…
sampai yg presentasi td kesel
ngancam kita lapor ke managernya
ih siapa takut….sini panggil aja
walah managernya kok baik hati…
gak tnd tgn yo ra popo
voucher yg dr td jd tujuan, pun dikasi cuma2
kita pulang, beres
krn cara mendapatkan voucher itu dgn cara gak enak
kamipun membiarkan vocer itu smp expired, gak dipake
dan tidak mudah berbujuk lg
mamut
dulu masi lugu sih.
baru jd perantau
lagi aaaaaah….
di sby, juga pernah dpt undangan gini ke greentech
pas jaman kuliah sih…
itu salah sasaran kl ya
mosok anak kuliahan disuru beli vacum cleaner, rice cooker yg harganya gak
reasonable
krn niatnya cuma nukerin kupon, ya kekeh gak beli.
tyt aku disana disuruh ambil lintingan kertas
hihihihih, temanku dpt jam weker
aku dpt pulpen
hihihihihi
ya Allah…..
pdhl cari alamatnya ngabisin bensin…
ngebut krn disela2 transisi jam kuliah
oalah…
ojo tertipu yo mbak.
mamut
— On Wed, 1/7/09, Ruly Roy wrote:
From: Ruly Roy
Subject: [Ayahbunda-Online] Oot: dtawarin voucher kota bunga gratis, bener apa
bohong?
To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, January 7, 2009, 8:14 AM
Td barusan trima telp, aku dksh voucher nginep 3hr 2mlm di kota bunga,
gratis, tanpa hrs beli brg apapun.
Tp ga dkirim ke rmh, qta hrs ambil d gd. Sarinah thamrin lt 11 room 10
PT. Resort n spa kota bunga
Dgn mbak Lala
75912425.0815855238 21
Dulu pernah baca dh, ada yg dsuruh ambil d sarinah, tnyata nipu. Hare
gene ada yg gratisan, patut waspada.
Tlg dong sharing brgkali ada yg pernah dtawarin brg yg sama, bener ga neh?
bundanya aulia+adam
Semoga ini bisa jadi referensi buat orang yang belum mengetrahuinya...
Senin, 11 April 2011
Alasan idiot berpoligami
1001 ALASAN IDIOT ORANG KEBELET POLIGAMI
Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia, semoga Allah SWT senantiasa menjernihkan akal sehat kita dalam menghadapi berbagai macam problema hidup kita.
Dalam sebuah Majlis Ta’lim yang dipimpin ust.Jamal sedang terjadi dialog yang sangat seru gara-gara salah seorang jama’ah menanyakan kasus poligami para panutan ummat, dari pada berlarut-larut ngomongin kasus orang akhirnya pak Jamil angkat tangan “ Ustadz banyak sekali orang mencela dan membenci bahkan mengharamkan poligami, bagiamana menurut Ustadz ? “, “ Lho ya sudah bener toh, gak salah itu, kalo ada orang poligami terus keluarganya berantakan dan mengecewakan pihak-pihak yang membesarkan dia bahkan Jama’ah dan ummatpun kecewa, apa dampak seperti itu tidak disebut sebagai sebuah pernikahan yang terlarang ? gak usah poligami, monogamipun kalo dampaknya sampai seperti itu juga gak halal “, jawab Ust.Jamal tegas.
“ Wah gak boleh gitu, ustadz bisa disebut mengingkari Ayat Allah, karena Allah saja membolehkan lho dalam surat An-Nisa ayat 3 itu, gimana ustadz ? “ timpa pak Jamil, “ itu juga 100% benar, gak salah bagi orang yang sangat memahami ayat tersebut dan mampu menyibak tabir dibalik ayat tersebut juga ayat-ayat yang terkait dengan ayat tersebut, karena disini WARNING nya sangat keras langsung Allah yang ngomong “ KAMU TIDAK AKAN PERNAH BISA ADIL “, ini peringatan yang gak main-main, hanya orang yang mampu memahami apa maunya Warning Allah ini saja yang akan mampu melaksanakan perintah nikah lagi “, urai Ust.Jamal.
“ ehmmmm, maaf ustadz, ngomong-ngomong ustadz sudah nikah lagi belum ?”, selidik pak Jamil. “ Kalo kita sudah berani membahas Surah An-Nisa ini, idealnya kita sudah nikah lagi dan berhasil melahirkan dampak yang sangat positif, jangan kita belum pernah nikah sudah koar-koar adu dalil poligami, atau kita yang sudah poligami sosialisasi kesana kemari agar dianggap paling syar’I, menggelar forum-forum diskusi padah anak istri dirumah gak terurusi.
Sebenarnya sama saja kok hukumnya dengan baca Al-Qur’an, kalo ada orang baca Al-Qur’an pake loudspeaker keluar dengan penghayatan dibarengi keindahan suaranya yang memukau, maka orang-orang sekitar yang mendengarkanpun tidak akan mempermasalahkan bahkan ikut menikmati, tapi bagaimana kalo ada orang baca Al-Qur’an suaranya keras sekali di loudspeaker, suaranya serak, bacaannya salah-salah, mendengung kayak tawon baru keluar dari sarangnya, apa gak panas telinga orang-orang disekitar ? pasti akan dicaci dan dilabrak tuh orang, bener gak ?
Sholat, apa hukumnya ? wajib kan ? nah tapi giliran kita memimpin Jama’ah Sholat Dhuhur, terus kita sengaja nambahin satu rakaat jadi 5 rakaat, padahal di rakaat keempat para jama’ah sudah mengingatkan berkali-kali dengan mengucap ‘subhaanallah’ , tapi kita tetap saja berdiri melanjutkan rakaat kelima, selesai sholat kita ditegur “ pak, kenapa tadi sholatnya 5 rakaat ?” , dengan enteng kita jawab “ kan lebih baik lebih, asal jangan kurang saja kan ? “. Maka di lain waktu, Jama’ah akan bubar meninggalkan kita, ketika kita yang mimpin sholat !, salahkah para Jama’ah ?.
Jadi sebelum memutuskan melakukan sesuatu, lihatlah dengan penuh perhitungan dampak yang akan terjadi, karena disitulah Letak dan kedudukan Hukumnya. Seseorang memegang pisau sah-sah saja kalo dia gunakan untuk memasak, akan lain hukumnya jika pisaunya akan digunakan untuk membunuh “ , demikian uraian sang Ustadz Jamal nan bijak.
---------------------------- Sahabat, Catatan ini sebenarnya berbahaya untuk dibaca, karena ini adalah rahasia orang-orang yang suka poligami baik yang legal maupun illegal, baik yang ngumpet maupun yang di award kan, Cuma karena banyaknya kasus perselingkuhan dan perzinaan serta berantakannya keluarga para poligamer, maka terpaksa catatan ini diterbitkan.
Sahabat, taukah kita apa alasan-alasan kita kebelet poligami ? ( ingat Poligami tidak sama dengan Nikah Ala Nabi, mohon baca catatan sebelumnya “ Poligami Haram, Nikah Ala Nabi is OK “ )
Pertama : Alasan yang paling mendasar adalah ketika kita sudah kerasukan SIFAT DASAR IBLIS, apa ayo ? “ MEMBANDINGKAN “ , ingat kisah Iblis ketika disuruh Allah SWT sujud kepada Adam, “ Gue disuruh sujud sama Adam, Gue yang diciptakan duluan, Adam kan belakangan, Gue diciptakan dari Api sedang Adam dari tanah n comberan, gak salah nih ? ogah ah !“.
“ Gila ya, istri tetangga cantik n biola banget nih, padahal suaminya jelek habis sementara Gue yang tampan n gagah kayak gini dapetin istri model ndeso n kampungan, wah gak beres nih gue, cari lagi ah “
“ Aduh masya Allah, gagahnya tuh cowok masih muda lagi, kenapa ya gue yang semanis n sesexy ini mau-maunya nikah sama si tua bangka ini jelek lagi, nyesel deh gue, mumpung masih muda ini, pingin dong ngrasain yang muda juga “.
Begitulah hayalan kita, ketika Sifat Dasar Iblis telah merasuk dalam hati kita. Apalah artinya punya istri cantik kalo gaya hidupnya glamour suka pergi ke mal bikin dompet kita jebol, apa sih jeleknya istri kita ? bukankah dia setia, selalu di rumah, suka puasa, suka doain kita, anak-anak turut bahagia bikin hidup kita tambah kaya. Hanya orang-orang idiot saja yang mau diperbudak dan diperas oleh polesan kecantikan dan keperkasaan yang SE SA AT !
Kedua : Ingin Memperbanyak Keturunan, alasan ini bisa kita terima ketika kita adalah kelompok Minoritas. Lha di Indonesia kita Muslim 80% dengan kualitas Generasi yang masih sangat rendah, lha kok kita mau bersibuk ria memperbanyak keturunan, lha wong anak-anak yatim dan yang terlantar saja sangat buaanyak yang gak terurus, apa gak lebih baik menyibukkan diri dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi kita yang masih jauh tertinggal. Energy kok dihabiskan diranjang, dasar idiot.
Jadi mengapa para Sahabat Rosulullah SAW dulu istrinya banyak-banyak ? ya karena jumlah ummat Islam waktu itu masih sangat sedikit sementara dakwah Islam harus menyebar ke seluruh Dunia.
Ketiga : Merasa Lebih Perkasa Ketika ‘Main Bola’ di Ranjang, para Poligamer mengatakan bahwa laki-laki itu kuat berhubungan sex sampai umur 100 tahun sementara wanita di umurnya yang ke 40 itu sudah mulai terancam menopause, “ jadi mubadzir deh sperma gue kalo gak poligami “, orang seperti ini merasa dirinya akan hidup 100 tahun, mereka lupa bahwa selalu ada Malaikat Maut yang selalu menyertainya dan siap menunggu intruksi untuk mencabut nyawanya secara tiba-tiba. Memang orang idiot itu lupa kalo dirinya sebentar lagi mati
Keempat : Alasan Kasihan Padahal Sebenarnya Gak Sabar. “ sekarang ini kan perbandingan laki-laki dengan wanita itu sudah 1 : 7 lho, apa kita gak kasihan tah, melihat gadis-gadis itu berbondong-bondong jadi TKW, atau jadi Buruh Pabrik bahkan banyak yang jadi Pelacur, gara-gara mereka susah cari jodoh “, itulah alas an kita yang kebelet poligami. Lha yang mentaqdirkan di akhir zaman ini jumlah perempuan membludak dari pada laki-laki itu Allah sendiri bukan maunya kita, kok kita sok tau pingin jadi Pahlawan mau mnyelamatkan mereka dengan mengawini sebanyak mungkin wanita-wanita itu ? emangnya jodoh itu yang menentukan kita apa ? Allah itu sangat sangat tau bagaimana membagi CintaNYA kepada semua makhluknya dan sangat kuasa mentautkan hati-hati diantara kita.
Kondisi Akhir zaman dengan jumlah wanita jauh lebih banyak daripada laki-laki itu merupakan sebuah kesengajaan Allah untuk memberikan ujian yang cukup berat kepada kita, Allah ingin memilih siapa diantara kita yang paling SABAR menahan hawa nafsu sexnya, karena disini Allah akan menghadiahkan TIKET VVIP ke Sorga. Hanya orang idiot saja yang gak kebelet masuk Sorga.
Kelima : Mandul , adalah alasan paling kuat seseorang kebelet poligami. Padahal sebenarnya Allah itu punya mau terhadap kemandulan kita, coba deh lihat sekeliling kita, bisa jadi karena disekeliling kita banyak anak-anak yang gak terurus oleh orang tua atau bahkan ditinggalkan oleh orang tuanya atau jangan-jangan ada salah satu atau beberapa keluarga kita sendiri yang anaknya banyak tapi gak mampu mengurus secara maksimal, “ wah.. itu kan anak orang, gak kayak anak sendiri lah “, he he emang ya orang idiot itu gak ada pedulinya dengan kondisi lingkungan disekitarnya.
Keenam : Hipersex, ini juga alasan orang kebelet poligami. Sebenarnya tidak ada orang yang hipersex yang ada adalah orang ketagihan ngesex. Bagiamana orang bisa ketagihan ngesex ? ya kalo gaulnya dengan orang yang suka ngesex, nongkrongnya di tempat esex-esex, doyan nonton film dan gambar adegan sex, cerpen dan novelnya juga seputar cerita sex, makannya juga suplemen penguat daya tahan sex, kalo sudah begitu siapapun bisa hipersex alias ketagihan ngesex. Cuma orang idiot sajalah yang otaknya dipenuhi dengan informasi sampah ngesex lalu akalnya ditaruh dibawah perutnya.
Ketujuh : Terpaksa, ini alasan yang susah untuk dibantah, ketika sorang istri selalu mencurigai suaminya, lalu melontarkan kata-kata ejekan yang memaksa andrenalin sex nya memuncak, “ alah sudah tua jelek, mana ada gadis yang mau sama kamu “. Jika ejekan ini atau yang senada berulang-ulang kita tamparkan, ketahuilah hanya lelaki idiot saja yang bisa menerima itu tanpa membuktikan bahwa DIA BISA POLIGAMI.
Duh, maaf nih kalo 1001 alasan kita teruskan, yang punya Facebook bisa marah, kita pun akan klenger n muntah membaca catatan ini, jadi silahkan teruskan sendiri ya…..
Wah, gak balance nih kalo gak dipaparin kayak apa NIKAH ALA NABI itu, baiklah, insya Allah akan kita bahas dalam kisah dan catatan berikutnya “ NIKAH ALA NABI ADALAH STRATEGI MENUJU VISI “, tapi sebelumnya silahkan nikmati kisah nyata drama poligami yang sangat mengharukan dengan judul “ AIR MATA KEIKHLASAN “ silahkan dibaca di http://www.rumah-yatim-indonesia.org/ pada kolom NEWS
Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia, semoga Allah SWT senantiasa menjernihkan akal sehat kita dalam menghadapi berbagai macam problema hidup kita.
Dalam sebuah Majlis Ta’lim yang dipimpin ust.Jamal sedang terjadi dialog yang sangat seru gara-gara salah seorang jama’ah menanyakan kasus poligami para panutan ummat, dari pada berlarut-larut ngomongin kasus orang akhirnya pak Jamil angkat tangan “ Ustadz banyak sekali orang mencela dan membenci bahkan mengharamkan poligami, bagiamana menurut Ustadz ? “, “ Lho ya sudah bener toh, gak salah itu, kalo ada orang poligami terus keluarganya berantakan dan mengecewakan pihak-pihak yang membesarkan dia bahkan Jama’ah dan ummatpun kecewa, apa dampak seperti itu tidak disebut sebagai sebuah pernikahan yang terlarang ? gak usah poligami, monogamipun kalo dampaknya sampai seperti itu juga gak halal “, jawab Ust.Jamal tegas.
“ Wah gak boleh gitu, ustadz bisa disebut mengingkari Ayat Allah, karena Allah saja membolehkan lho dalam surat An-Nisa ayat 3 itu, gimana ustadz ? “ timpa pak Jamil, “ itu juga 100% benar, gak salah bagi orang yang sangat memahami ayat tersebut dan mampu menyibak tabir dibalik ayat tersebut juga ayat-ayat yang terkait dengan ayat tersebut, karena disini WARNING nya sangat keras langsung Allah yang ngomong “ KAMU TIDAK AKAN PERNAH BISA ADIL “, ini peringatan yang gak main-main, hanya orang yang mampu memahami apa maunya Warning Allah ini saja yang akan mampu melaksanakan perintah nikah lagi “, urai Ust.Jamal.
“ ehmmmm, maaf ustadz, ngomong-ngomong ustadz sudah nikah lagi belum ?”, selidik pak Jamil. “ Kalo kita sudah berani membahas Surah An-Nisa ini, idealnya kita sudah nikah lagi dan berhasil melahirkan dampak yang sangat positif, jangan kita belum pernah nikah sudah koar-koar adu dalil poligami, atau kita yang sudah poligami sosialisasi kesana kemari agar dianggap paling syar’I, menggelar forum-forum diskusi padah anak istri dirumah gak terurusi.
Sebenarnya sama saja kok hukumnya dengan baca Al-Qur’an, kalo ada orang baca Al-Qur’an pake loudspeaker keluar dengan penghayatan dibarengi keindahan suaranya yang memukau, maka orang-orang sekitar yang mendengarkanpun tidak akan mempermasalahkan bahkan ikut menikmati, tapi bagaimana kalo ada orang baca Al-Qur’an suaranya keras sekali di loudspeaker, suaranya serak, bacaannya salah-salah, mendengung kayak tawon baru keluar dari sarangnya, apa gak panas telinga orang-orang disekitar ? pasti akan dicaci dan dilabrak tuh orang, bener gak ?
Sholat, apa hukumnya ? wajib kan ? nah tapi giliran kita memimpin Jama’ah Sholat Dhuhur, terus kita sengaja nambahin satu rakaat jadi 5 rakaat, padahal di rakaat keempat para jama’ah sudah mengingatkan berkali-kali dengan mengucap ‘subhaanallah’ , tapi kita tetap saja berdiri melanjutkan rakaat kelima, selesai sholat kita ditegur “ pak, kenapa tadi sholatnya 5 rakaat ?” , dengan enteng kita jawab “ kan lebih baik lebih, asal jangan kurang saja kan ? “. Maka di lain waktu, Jama’ah akan bubar meninggalkan kita, ketika kita yang mimpin sholat !, salahkah para Jama’ah ?.
Jadi sebelum memutuskan melakukan sesuatu, lihatlah dengan penuh perhitungan dampak yang akan terjadi, karena disitulah Letak dan kedudukan Hukumnya. Seseorang memegang pisau sah-sah saja kalo dia gunakan untuk memasak, akan lain hukumnya jika pisaunya akan digunakan untuk membunuh “ , demikian uraian sang Ustadz Jamal nan bijak.
---------------------------- Sahabat, Catatan ini sebenarnya berbahaya untuk dibaca, karena ini adalah rahasia orang-orang yang suka poligami baik yang legal maupun illegal, baik yang ngumpet maupun yang di award kan, Cuma karena banyaknya kasus perselingkuhan dan perzinaan serta berantakannya keluarga para poligamer, maka terpaksa catatan ini diterbitkan.
Sahabat, taukah kita apa alasan-alasan kita kebelet poligami ? ( ingat Poligami tidak sama dengan Nikah Ala Nabi, mohon baca catatan sebelumnya “ Poligami Haram, Nikah Ala Nabi is OK “ )
Pertama : Alasan yang paling mendasar adalah ketika kita sudah kerasukan SIFAT DASAR IBLIS, apa ayo ? “ MEMBANDINGKAN “ , ingat kisah Iblis ketika disuruh Allah SWT sujud kepada Adam, “ Gue disuruh sujud sama Adam, Gue yang diciptakan duluan, Adam kan belakangan, Gue diciptakan dari Api sedang Adam dari tanah n comberan, gak salah nih ? ogah ah !“.
“ Gila ya, istri tetangga cantik n biola banget nih, padahal suaminya jelek habis sementara Gue yang tampan n gagah kayak gini dapetin istri model ndeso n kampungan, wah gak beres nih gue, cari lagi ah “
“ Aduh masya Allah, gagahnya tuh cowok masih muda lagi, kenapa ya gue yang semanis n sesexy ini mau-maunya nikah sama si tua bangka ini jelek lagi, nyesel deh gue, mumpung masih muda ini, pingin dong ngrasain yang muda juga “.
Begitulah hayalan kita, ketika Sifat Dasar Iblis telah merasuk dalam hati kita. Apalah artinya punya istri cantik kalo gaya hidupnya glamour suka pergi ke mal bikin dompet kita jebol, apa sih jeleknya istri kita ? bukankah dia setia, selalu di rumah, suka puasa, suka doain kita, anak-anak turut bahagia bikin hidup kita tambah kaya. Hanya orang-orang idiot saja yang mau diperbudak dan diperas oleh polesan kecantikan dan keperkasaan yang SE SA AT !
Kedua : Ingin Memperbanyak Keturunan, alasan ini bisa kita terima ketika kita adalah kelompok Minoritas. Lha di Indonesia kita Muslim 80% dengan kualitas Generasi yang masih sangat rendah, lha kok kita mau bersibuk ria memperbanyak keturunan, lha wong anak-anak yatim dan yang terlantar saja sangat buaanyak yang gak terurus, apa gak lebih baik menyibukkan diri dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi kita yang masih jauh tertinggal. Energy kok dihabiskan diranjang, dasar idiot.
Jadi mengapa para Sahabat Rosulullah SAW dulu istrinya banyak-banyak ? ya karena jumlah ummat Islam waktu itu masih sangat sedikit sementara dakwah Islam harus menyebar ke seluruh Dunia.
Ketiga : Merasa Lebih Perkasa Ketika ‘Main Bola’ di Ranjang, para Poligamer mengatakan bahwa laki-laki itu kuat berhubungan sex sampai umur 100 tahun sementara wanita di umurnya yang ke 40 itu sudah mulai terancam menopause, “ jadi mubadzir deh sperma gue kalo gak poligami “, orang seperti ini merasa dirinya akan hidup 100 tahun, mereka lupa bahwa selalu ada Malaikat Maut yang selalu menyertainya dan siap menunggu intruksi untuk mencabut nyawanya secara tiba-tiba. Memang orang idiot itu lupa kalo dirinya sebentar lagi mati
Keempat : Alasan Kasihan Padahal Sebenarnya Gak Sabar. “ sekarang ini kan perbandingan laki-laki dengan wanita itu sudah 1 : 7 lho, apa kita gak kasihan tah, melihat gadis-gadis itu berbondong-bondong jadi TKW, atau jadi Buruh Pabrik bahkan banyak yang jadi Pelacur, gara-gara mereka susah cari jodoh “, itulah alas an kita yang kebelet poligami. Lha yang mentaqdirkan di akhir zaman ini jumlah perempuan membludak dari pada laki-laki itu Allah sendiri bukan maunya kita, kok kita sok tau pingin jadi Pahlawan mau mnyelamatkan mereka dengan mengawini sebanyak mungkin wanita-wanita itu ? emangnya jodoh itu yang menentukan kita apa ? Allah itu sangat sangat tau bagaimana membagi CintaNYA kepada semua makhluknya dan sangat kuasa mentautkan hati-hati diantara kita.
Kondisi Akhir zaman dengan jumlah wanita jauh lebih banyak daripada laki-laki itu merupakan sebuah kesengajaan Allah untuk memberikan ujian yang cukup berat kepada kita, Allah ingin memilih siapa diantara kita yang paling SABAR menahan hawa nafsu sexnya, karena disini Allah akan menghadiahkan TIKET VVIP ke Sorga. Hanya orang idiot saja yang gak kebelet masuk Sorga.
Kelima : Mandul , adalah alasan paling kuat seseorang kebelet poligami. Padahal sebenarnya Allah itu punya mau terhadap kemandulan kita, coba deh lihat sekeliling kita, bisa jadi karena disekeliling kita banyak anak-anak yang gak terurus oleh orang tua atau bahkan ditinggalkan oleh orang tuanya atau jangan-jangan ada salah satu atau beberapa keluarga kita sendiri yang anaknya banyak tapi gak mampu mengurus secara maksimal, “ wah.. itu kan anak orang, gak kayak anak sendiri lah “, he he emang ya orang idiot itu gak ada pedulinya dengan kondisi lingkungan disekitarnya.
Keenam : Hipersex, ini juga alasan orang kebelet poligami. Sebenarnya tidak ada orang yang hipersex yang ada adalah orang ketagihan ngesex. Bagiamana orang bisa ketagihan ngesex ? ya kalo gaulnya dengan orang yang suka ngesex, nongkrongnya di tempat esex-esex, doyan nonton film dan gambar adegan sex, cerpen dan novelnya juga seputar cerita sex, makannya juga suplemen penguat daya tahan sex, kalo sudah begitu siapapun bisa hipersex alias ketagihan ngesex. Cuma orang idiot sajalah yang otaknya dipenuhi dengan informasi sampah ngesex lalu akalnya ditaruh dibawah perutnya.
Ketujuh : Terpaksa, ini alasan yang susah untuk dibantah, ketika sorang istri selalu mencurigai suaminya, lalu melontarkan kata-kata ejekan yang memaksa andrenalin sex nya memuncak, “ alah sudah tua jelek, mana ada gadis yang mau sama kamu “. Jika ejekan ini atau yang senada berulang-ulang kita tamparkan, ketahuilah hanya lelaki idiot saja yang bisa menerima itu tanpa membuktikan bahwa DIA BISA POLIGAMI.
Duh, maaf nih kalo 1001 alasan kita teruskan, yang punya Facebook bisa marah, kita pun akan klenger n muntah membaca catatan ini, jadi silahkan teruskan sendiri ya…..
Wah, gak balance nih kalo gak dipaparin kayak apa NIKAH ALA NABI itu, baiklah, insya Allah akan kita bahas dalam kisah dan catatan berikutnya “ NIKAH ALA NABI ADALAH STRATEGI MENUJU VISI “, tapi sebelumnya silahkan nikmati kisah nyata drama poligami yang sangat mengharukan dengan judul “ AIR MATA KEIKHLASAN “ silahkan dibaca di http://www.rumah-yatim-indonesia.org/ pada kolom NEWS
Selasa, 05 April 2011
Kisah Nyata Inspiratif
Kisah Nyata Inspiratif : Mereka Kembali Kepelukan Islam lewat Rio, Sang Anak "Ajaib"
oleh PAY (Pecinta Anak Yatim) pada 05 April 2011 jam 16:19
Agnes adalah sosok wanita Katolik taat. Setiap malam, ia beserta keluarganya rutin berdoa bersama. Bahkan, saking taatnya, saat Agnes dilamar Martono, kekasihnya yang beragama Islam, dengan tegas ia mengatakan “Saya lebih mencintai Yesus Kristus dari pada manusia!”
Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya orang beragama Islam. Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa menikahi Agnes. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.
Usai menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya di Jogjakarta, Agnes beserta sang suami berangkat ke Bandung, kemudian menetap di salah satu kompleks perumahan di wilayah Timur kota kembang. Kebahagiaan terasa lengkap menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk kecil buah hati mereka, yakni: Adi, Icha dan Rio.
Di lingkungan barunya, Agnes terlibat aktif sebagai jemaat Gereja Suryalaya, Buah Batu, Bandung. Demikan pula Martono, sang suami. Selain juga aktif di Gereja, Martono saat itu menduduki jabatan penting, sebagai kepala Divisi Properti PT Telkom Cisanggarung, Bandung.
Karena Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama beberapa sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga sekitar yang beragama Katolik. Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah yang 'disulap' menjadi tempat ibadah (Gereja,red).
Uniknya, meski sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, Martono tak melupakan kedua orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi bakti dan cinta pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan ibundanya Martono ke Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Hidup harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari keluarga ini. Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya. Syahdan, saat itu, Rio, si bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh sakit. Panas suhu badan yang tak kunjung reda, membuat mereka segera melarikan Rio ke salah satu rumah sakit Kristen terkenal di wilayah utara Bandung.
Di rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat itu mengatakan bahwa Rio mengalami kelelahan. Akan tetapi Agnes masih saja gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak kunjung membaik.
Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Rio, yang masih terkulai lemah, meminta Martono, sang ayah, untuk memanggil ibundanya yang tengah berada di luar ruangan. Martono pun keluar ruangan untuk memberitahu Agnes ihwal permintaan putra bungsunya itu.
Namun, Agnes tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada Martono, ”Saya sudah tahu.” Itu saja.
Martono heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran yang masih menggelayut dalam benak. Di dalam, Rio berucap, “Tapi udahlah, Papah aja, tidak apa-apa. Pah hidup ini hanya 1 centi. Di sana nggak ada batasnya.”
Sontak, rasa takjub menyergap Martono. Ucapan bocah mungil buah hatinya yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan. Nasehat kebaikan keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.
Hingga sore menjelang, Rio kembali berujar, “Pah, Rio mau pulang!”
“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,” jawab Martono. “Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Rio tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Rio, setengah memaksa.
Belum hilang keterkejutan Martono, tiba-tiba ia mendengar bisikan yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia kaget dan bingung. Tapi perlahan Rio dituntun sang ayah, Martono, membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang. Martono hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.
Tak lama setelah itu bisikan kedua terdengar, bahwa setelah Adzan maghrib Rio akan dipanggil sang Pencipta. Meski tambah terkejut, mendengar bisikan itu, Martono pasrah. Benar saja, 27 Juli 1999, persis saat sayup-sayup Adzan maghrib, berkumandang Rio menghembuskan nafas terakhirnya.
Tiba jenazah Rio di rumah duka, peristiwa aneh lagi-lagi terjadi. Agnes yang masih sedih waktu itu seakan melihat Rio menghampirinya dan berkata, “Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta dibalut kain putih aja.” Saran dari seorang pelayat Muslim, bahwa itu adalah pertanda Rio ingin dishalatkan sebagaimana seorang Muslim yang baru meninggal.
Setelah melalui diskusi dan perdebatan diantara keluarga, jenazah Rio kemudian dibalut pakaian, celana dan sepatu yang serba putih kemudian dishalatkan. Namun, karena banyak pendapat dari keluarga yang tetap harus dimakamkan secara Katolik, jenazah Rio pun akhirnya dimakamkan di Kerkov. Sebuah tempat pemakaman khusus Katolik, di Cimahi, Bandung.
Sepeninggal Rio
Sepeninggal anaknya, Agnes sering berdiam diri. Satu hari, ia mendengar bisikan ghaib tentang rumah dan mobil. Bisikan itu berucap, “Rumah adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.” Pada saat itu juga Agnes langsung teringat ucapan mendiang Rio semasa TK dulu, ”Mah, Mbok Atik nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok Atik adalah seorang muslimah yang bertugas merawat Rio di rumah. Saat itu Agnes menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga dikasih?” “Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Rio, singkat.
Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, Agnes meminta suaminya untuk mengecek ongkos haji waktu itu. Setelah dicek, dana yang dibutuhkan Rp. 17.850.000. Dan yang lebih mengherankan, ketika uang duka dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp 17.850.000, tidak lebih atau kurang sesenpun. Hal ini diartikan Agnes sebagai amanat dari Rio untuk menghajikan Mbok Atik, wanita yang sehari-hari merawat Rio di rumah.
Singkat cerita, di tanah suci, Mekkah, Mbok Atik menghubungi Agnes via telepon. Sambil menangis ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bertemu Rio. Si bungsu yang baru saja meninggalkan alam dunia itu berpesan, “Kepergian Rio tak usah terlalu dipikirkan. Rio sangat bahagia disini. Kalo Mama kangen, berdoa saja.”
Namun, pesan itu tak lantas membuat sang Ibunda tenang. Bahkan Agnes mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari seorang Psikolog selama 6 bulan.
Satu malam saat tertidur, Agnes dibangunkan oleh suara pria yang berkata, “Buka Alquran surat Yunus!”. Namun, setelah mencari tahu tentang surat Yunus, tak ada seorang pun temannya yang beragama Islam mengerti kandungan makna di dalamnya. Bahkan setelah mendapatkan Alquran dari sepupunya, dan membacanya berulang-ulang pun, Agnes tetap tak mendapat jawaban.
“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis tersungkur ke lantai. Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang, dan spontan berucap “Astaghfirullah.” Tak lama kemudian, akhirnya Agnes menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49: “Katakan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.
Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Rio, membuat Agnes berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku. Hingga akhirnya wanita penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah terimalah saya sebagai orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.
Setelah memeluk Islam, Agnes secara sembunyi-sembunyi melakukan shalat. Sementara itu, Martono, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. Setiap kali diajak ke gereja Agnes selalu menolak dengan berbagai alasan.
Sampai suatu malam, Martono terbangun karena mendengar isak tangis seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya Martono saat melihat istri tercintanya, Agnes, tengah bersujud dengan menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.
“Lho kok Mamah shalat,” tanya Martono. “Maafkan saya, Pah. Saya duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab Agnes lirih. Ia pasrah akan segala resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.
Martono pun Akhirnya Kembali ke Islam
Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, Martono seperti berada di persimpangan. Satu hari, 17 Agustus 2000, Agnes mengantar Adi, putra pertamanya untuk mengikuti lomba Adzan yang diadakan panitia Agustus-an di lingkungan tempat mereka tinggal. Adi sendiri tiba-tiba tertarik untuk mengikuti lomba Adzan beberapa hari sebelumnya, meski ia masih Katolik dan berstatus sebagai pelajar di SMA Santa Maria, Bandung. Martono sebetulnya juga diajak ke arena perlombaan, namun menolak dengan alasan harus mengikuti upacara di kantor.

Di tempat lomba yang diikuti 33 peserta itu, Gangsa Raharjo, Psikolog Agnes, berpesan kepada Adi, “Niatkan suara adzan bukan hanya untuk orang yang ada di sekitarmu, tetapi niatkan untuk semesta alam!” ujarnya. Hasilnya, suara Adzan Adi yang lepas nan merdu, mengalun syahdu, mengundang keheningan dan kekhusyukan siapapun yang mendengar. Hingga bulir-bulir air mata pun mengalir tak terbendung, basahi pipi sang Ibunda tercinta yang larut dalam haru dan bahagia. Tak pelak, panitia pun menobatkan Adi sebagai juara pertama, menyisihkan 33 peserta lainnya.
Usai lomba Agnes dan Adi bersegera pulang. Tiba di rumah, kejutan lain tengah menanti mereka. Saat baru saja membuka pintu kamar, Agnes terkejut melihat Martono, sang suami, tengah melaksanakan shalat. Ia pun spontan terkulai lemah di hadapan suaminya itu. Selesai shalat, Martono langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat. Sambil berderai air mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.” Mengetahui hal itu, Adi dan Icha, putra-putri mereka pun mengikuti jejak ayah dan ibunya, memeluk Islam.
Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun akhirnya memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat. Hingga kini, esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah.
(Sumber : http://www.iniagamaku.blogspot.com/)
Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya orang beragama Islam. Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa menikahi Agnes. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.
Usai menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya di Jogjakarta, Agnes beserta sang suami berangkat ke Bandung, kemudian menetap di salah satu kompleks perumahan di wilayah Timur kota kembang. Kebahagiaan terasa lengkap menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk kecil buah hati mereka, yakni: Adi, Icha dan Rio.
Di lingkungan barunya, Agnes terlibat aktif sebagai jemaat Gereja Suryalaya, Buah Batu, Bandung. Demikan pula Martono, sang suami. Selain juga aktif di Gereja, Martono saat itu menduduki jabatan penting, sebagai kepala Divisi Properti PT Telkom Cisanggarung, Bandung.
Karena Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama beberapa sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga sekitar yang beragama Katolik. Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah yang 'disulap' menjadi tempat ibadah (Gereja,red).
Uniknya, meski sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, Martono tak melupakan kedua orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi bakti dan cinta pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan ibundanya Martono ke Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Bapak Martono & Alm. Rio
Hidup harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari keluarga ini. Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya. Syahdan, saat itu, Rio, si bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh sakit. Panas suhu badan yang tak kunjung reda, membuat mereka segera melarikan Rio ke salah satu rumah sakit Kristen terkenal di wilayah utara Bandung.
Di rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat itu mengatakan bahwa Rio mengalami kelelahan. Akan tetapi Agnes masih saja gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak kunjung membaik.
Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Rio, yang masih terkulai lemah, meminta Martono, sang ayah, untuk memanggil ibundanya yang tengah berada di luar ruangan. Martono pun keluar ruangan untuk memberitahu Agnes ihwal permintaan putra bungsunya itu.
Namun, Agnes tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada Martono, ”Saya sudah tahu.” Itu saja.
Martono heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran yang masih menggelayut dalam benak. Di dalam, Rio berucap, “Tapi udahlah, Papah aja, tidak apa-apa. Pah hidup ini hanya 1 centi. Di sana nggak ada batasnya.”
Sontak, rasa takjub menyergap Martono. Ucapan bocah mungil buah hatinya yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan. Nasehat kebaikan keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.
Hingga sore menjelang, Rio kembali berujar, “Pah, Rio mau pulang!”
“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,” jawab Martono. “Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Rio tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Rio, setengah memaksa.
Belum hilang keterkejutan Martono, tiba-tiba ia mendengar bisikan yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia kaget dan bingung. Tapi perlahan Rio dituntun sang ayah, Martono, membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang. Martono hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.
Tak lama setelah itu bisikan kedua terdengar, bahwa setelah Adzan maghrib Rio akan dipanggil sang Pencipta. Meski tambah terkejut, mendengar bisikan itu, Martono pasrah. Benar saja, 27 Juli 1999, persis saat sayup-sayup Adzan maghrib, berkumandang Rio menghembuskan nafas terakhirnya.
Tiba jenazah Rio di rumah duka, peristiwa aneh lagi-lagi terjadi. Agnes yang masih sedih waktu itu seakan melihat Rio menghampirinya dan berkata, “Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta dibalut kain putih aja.” Saran dari seorang pelayat Muslim, bahwa itu adalah pertanda Rio ingin dishalatkan sebagaimana seorang Muslim yang baru meninggal.
Setelah melalui diskusi dan perdebatan diantara keluarga, jenazah Rio kemudian dibalut pakaian, celana dan sepatu yang serba putih kemudian dishalatkan. Namun, karena banyak pendapat dari keluarga yang tetap harus dimakamkan secara Katolik, jenazah Rio pun akhirnya dimakamkan di Kerkov. Sebuah tempat pemakaman khusus Katolik, di Cimahi, Bandung.
Sepeninggal Rio
Sepeninggal anaknya, Agnes sering berdiam diri. Satu hari, ia mendengar bisikan ghaib tentang rumah dan mobil. Bisikan itu berucap, “Rumah adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.” Pada saat itu juga Agnes langsung teringat ucapan mendiang Rio semasa TK dulu, ”Mah, Mbok Atik nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok Atik adalah seorang muslimah yang bertugas merawat Rio di rumah. Saat itu Agnes menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga dikasih?” “Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Rio, singkat.
Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, Agnes meminta suaminya untuk mengecek ongkos haji waktu itu. Setelah dicek, dana yang dibutuhkan Rp. 17.850.000. Dan yang lebih mengherankan, ketika uang duka dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp 17.850.000, tidak lebih atau kurang sesenpun. Hal ini diartikan Agnes sebagai amanat dari Rio untuk menghajikan Mbok Atik, wanita yang sehari-hari merawat Rio di rumah.
Singkat cerita, di tanah suci, Mekkah, Mbok Atik menghubungi Agnes via telepon. Sambil menangis ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bertemu Rio. Si bungsu yang baru saja meninggalkan alam dunia itu berpesan, “Kepergian Rio tak usah terlalu dipikirkan. Rio sangat bahagia disini. Kalo Mama kangen, berdoa saja.”
Namun, pesan itu tak lantas membuat sang Ibunda tenang. Bahkan Agnes mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari seorang Psikolog selama 6 bulan.
Satu malam saat tertidur, Agnes dibangunkan oleh suara pria yang berkata, “Buka Alquran surat Yunus!”. Namun, setelah mencari tahu tentang surat Yunus, tak ada seorang pun temannya yang beragama Islam mengerti kandungan makna di dalamnya. Bahkan setelah mendapatkan Alquran dari sepupunya, dan membacanya berulang-ulang pun, Agnes tetap tak mendapat jawaban.
“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis tersungkur ke lantai. Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang, dan spontan berucap “Astaghfirullah.” Tak lama kemudian, akhirnya Agnes menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49: “Katakan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.
Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Rio, membuat Agnes berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku. Hingga akhirnya wanita penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah terimalah saya sebagai orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.
Setelah memeluk Islam, Agnes secara sembunyi-sembunyi melakukan shalat. Sementara itu, Martono, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. Setiap kali diajak ke gereja Agnes selalu menolak dengan berbagai alasan.
Sampai suatu malam, Martono terbangun karena mendengar isak tangis seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya Martono saat melihat istri tercintanya, Agnes, tengah bersujud dengan menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.
“Lho kok Mamah shalat,” tanya Martono. “Maafkan saya, Pah. Saya duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab Agnes lirih. Ia pasrah akan segala resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.
Martono pun Akhirnya Kembali ke Islam
Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, Martono seperti berada di persimpangan. Satu hari, 17 Agustus 2000, Agnes mengantar Adi, putra pertamanya untuk mengikuti lomba Adzan yang diadakan panitia Agustus-an di lingkungan tempat mereka tinggal. Adi sendiri tiba-tiba tertarik untuk mengikuti lomba Adzan beberapa hari sebelumnya, meski ia masih Katolik dan berstatus sebagai pelajar di SMA Santa Maria, Bandung. Martono sebetulnya juga diajak ke arena perlombaan, namun menolak dengan alasan harus mengikuti upacara di kantor.

Bapak Martono & Ibu
Di tempat lomba yang diikuti 33 peserta itu, Gangsa Raharjo, Psikolog Agnes, berpesan kepada Adi, “Niatkan suara adzan bukan hanya untuk orang yang ada di sekitarmu, tetapi niatkan untuk semesta alam!” ujarnya. Hasilnya, suara Adzan Adi yang lepas nan merdu, mengalun syahdu, mengundang keheningan dan kekhusyukan siapapun yang mendengar. Hingga bulir-bulir air mata pun mengalir tak terbendung, basahi pipi sang Ibunda tercinta yang larut dalam haru dan bahagia. Tak pelak, panitia pun menobatkan Adi sebagai juara pertama, menyisihkan 33 peserta lainnya.
Usai lomba Agnes dan Adi bersegera pulang. Tiba di rumah, kejutan lain tengah menanti mereka. Saat baru saja membuka pintu kamar, Agnes terkejut melihat Martono, sang suami, tengah melaksanakan shalat. Ia pun spontan terkulai lemah di hadapan suaminya itu. Selesai shalat, Martono langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat. Sambil berderai air mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.” Mengetahui hal itu, Adi dan Icha, putra-putri mereka pun mengikuti jejak ayah dan ibunya, memeluk Islam.
Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun akhirnya memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat. Hingga kini, esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah.
(Sumber : http://www.iniagamaku.blogspot.com/)
Langganan:
Komentar (Atom)