Hari masih sangat gelap, udara dingin seakan menusuk tulang,..Di suatu desa yang sangat terpencil di daerah pegunungan yang baru saja salah satu warganya mengalami musibah yaitu meninggalnya seorang perempuan yang baru saja melahirkan. Malam itu kebetulan adalah malam jumat yang dipercaya oleh warga kampung tersebut sebagai malam yang angker, apalagi adanya kejadian tersebut membuat warga seakan enggan untuk keluar malam. suasana seperti itu mendukung sekali bagi warga desa tersebut untuk tidak segera beranjak dari peraduan ketika subuh tiba.
Tetapi itu bukan halangan untuk bebarapa warga, ada seseorang yang datang pertama sekali yang memang sudah biasa untuk dia datang lebih dahulu, karena biasanya ia akan menyiapkan segala sesuatunya di mushola tersebut untuk keperluan beribadah. Dan saat itu karena sudah waktunya subuh maka azan pun ia kumandangkan melalui pengeras suara, berharap warga untuk datang sholat subuh berjamaah.
Setelah beberapa saat azan selesai dikumandangkan dan dilanjutkan dengan sholat sunnah, masih belum ada warga yang datang, ia pun berinisiatif untuk besholawat melalui pengeras suara berharap ada yang mau sholat berjamaah. Harapannya pun terkabul seorang warga pun datang, lega lah hatinya karena masih ada orang yang mau menemaninya sholat berjamaah walaupun dalam suasana yang dingin disertai rintik hujan.
"lho kok cuma sendiri kang? tanya warga yang baru datang
."iya...pa ustadz sedang ada penataran di kota." jawabnya...
"lalu siapa yang jadi imamnya? tanya warga itu lagi
Di desa tersebut memang masih jarang terdapat orang yang pandai dalam ilmu agama, kebetulan malam itu sang pemuka agama tersebut sedang mengikuti penataran oleh departemen agama di kota untuk beberapa hari, maka malam itupun ketika subuh tidak ada orang yang memimpin sholat subuh.
" kita tunggu warga datang dulu!
sepertinya warga malas datang kang, mungkin mereka takut musibah kematian warga tempo hari , katanya kalau meninggal melahirkan bisa jadi kuntilanak!" ucap orang itu.
'Huss..macam macam saja omongan mu kang!ayo kita mulai sholatnya, biar saya saja yang jadi imamnya!padahal dalam hatinya ada juga perasaan takut mendengar ucapan orang itu.
Sholat pun di mulai...suasana hening di iringi suara rintik hujan membuat susana seperti mencekam. Rakaat pertama dilalui dengan sempurna tanpa hambatan.Rakaat kedua pun masih diiringi suasana yang mencekam karena rasa takut yang menyelimuti mereka, Perasaan takut menggoda kekhusuan sholat mereka.dan ketika sang imam bangun dari ruku' ia langsung saja sujud, tiba-tiba sang makmum dibelakang berkata"Kun...kun..kun...."karena rasa takutnya yang sudah sangat dirasa sang imam tanpa dikomandoi langsung berlari tungganglanggang sambil berteriak "Kuntialanaaaaaak...."sang makmum pun yang memang juga penakut ikut lari begitu sang imam bertetiak dan berlari. Akhirnya sholat mereka pun rusak dan bubar.
Padahal sang makmum bermaksud baik memberikan kode agar sang imam membaca doa Qunut, tetapi tidak tahu cara dan ilmunya.
Cerita diatas bukan bermaksud memprovokasi tetapi sebagai gambaran saja betapa perlunya suatu ilmu itu di miliki walaupun kelihatan sepele.
Jangan kita selalu berkonfrontasi, karena berbeda pandangan, karena perbedaan adalah Karunia Ilahi yang harus di syukuri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar