Pemanfaatan Lingkungan Dalam Perkembanagn Kreativitas
A. Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan adalah lingkunagn atau keadaan, kondisi tempat yang ada disekitar anak yang mempengaruhi berlangsungnya proses pendidikan.
Secara umum lingkungan pendidikan dibagi menjadi tiga bagian yaitu : Lingkungan keluarga, l;ingkunagn sekolah dan lingkungan masyarakat. Ketiganya mempunyai peranan yang sangt besar dalam proses tumbuh kembang dan perkembangan anak menuju terbentuknya kepribadian anak. Hal ini dipengaruhi atas dua factor, yaitu factor dalam dan factor luar. Yang di maksud dengan factor dalam yaitu bakat atau pembawaan, factor luar yaitu lingkungan dimana anak di ididik dan dibesarkan.
Hakikatnya setiap anak dilahirkan mempunyai kreativitas, namun kualitasnya tidak sama, ini tergantung pada bakat, gizi selama dalam kandungan, pengaruh lingkungan selama dalam kandungan. Bakat seseorang tidak selalu keturunan dari orang tuanga, tapi hal tersebut juga tidak mustahil atau dari kakeknya atau juga dari generasi sebelumnya.
Lingkungan yang bersifat langsung adalh pengaruh yang diperoleh dari alam, manusia, tempat tinggal disekitarnya. Tentulah pengaruh ini ada yang bersifat positif dan negative, meneleksi pengaruh negative adalah tugas pendidik, terutama orang tua yang berwenang menentukannya.
Lingkungan yang tepat adalah yang bersifat kondusif atau yang dapat mendorong berkembannya krativitas.Selain bersifat positif a dan negative ada juga pengaruh yang berkuslitas rendah dan tinggi, walaupun keduanya bersifat positif. Pendidik seyogyanya memilih pengaruh yang bersifat positif dan berkualitas tinggi.
1. Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama, karena sejak masa dalam kandungan dan lahir berada dalam keluarga dan kerena keluarga sangat penting dalam proses pendidikan untuk membentuk pribadi utuh.
Menurut Ki Hajar dewantara , pendidikan yang berhubungan dengan perasaan dapat dibentuk disini, seperti : disiplin , beriman, berani, berhati lembut, berinisiatif, berfikir matang, bershaja, bwersemangat, bertanggung jawab, bertenggang rasa, cermat, gigih, hemat, jujur, bersukur, kreatif, mawas diri, pemaaf, pemurah, pengendalian diri, ramah tamah, kasih sayang, tertib, sopan antun, sportif, susila, tegas, teguh, tekun, terbuka dan ulet.(Edi Setyawati dkk, 1977).Semua sifat diatas dapat ditanamkan di hati anak tapi disesuaikan dengan kematangan k,kecerdasaqn, umur. Dan tingkat perkembangan anak dengan tidak ada unsure paksaan. Menginagat ketentuan ini orang tua perlu mengetahui keadaan anak dalam memberikan pengaruh.Suasana dalam keluaraga bepengasruh dalam perkembangan kreativitas anak.
JIka anak selalu dalam keadaan senang dan sehat, dia akan tumbuh dan berkembang dengan baik, tidak mengalami kekerdilkan dalam fisik atau psikis, tapi sebaliknya akan menjadi pribadi yang matang dan utuh. Maka berilah kekbebasan dalam bermain, sehinga memmungkinkan berkembannya kreatifitas anak. Kreatifitas dan kecerdasan selama ini tidak berhubungan parallel, artinya anak yang kreatif belum tentu cerdas, sebab dapat saja anak pendiam pada kenyataanya ia cerdas, jadi anak yang cerdas kadang kadang pendiam.
Ketahanan dalam keluarga mempengaruhi kratifitas anak, karena ketahan dipengaruhi oleh berbagai factor , keutuhan, keharmonisan, social ekonomi, tinglat pendidikan, kesehatan, jumlah anak dan agama.
2. Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah meerupakan lingkuna pendidikan yang kedua, karena lingkungan ini dikaitkan dengan pelajaran. Pengembangan Iptek perlu ditujukan untuk meningkatkan kreatifitas anak. Oleh kerena itu guru harus menarik dan mampu membangkitkan minat anak untuk mencoba dn menghayati ilmu yang sedang dipelajari.Sekolah yang bagus dan ideal adalah sekolah yang tenang dan menyenagkan, buakn menakutkan, dengan dilengkapi media pendidikan , atau sarana dan prasarana yang menunjang.
Disisi lain guru juga harus meningkatkan kreativitasnya dan belajar terus dengan membaca, mengikuti kegiatan ilmiah dan lain lain. Juga dapat memahami karakter anak didik, memahami dan memantau perkembangan anak sebagai tolak ukur keberhasilan dalam mengajar.
Sekolah membentuk dan melatih kecerdasan intelektual serta kecerdasan emosiaonal, itu sangat penting bagi terbentuknya kepribadian yang komplit, yang tidak cukup hanya pandai dan cerdas saja juga bermoral. Sehingga mampu mengkombinasikan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosiaonal.kercerdasan emosional mempermudah berkomunikasi, kreatif berniat dan berkemauan yang tinggi dan juga mendasarkan diri untuk berkreativitas dan sebaliknya kreativitas dapat mencerdaskan emosional.
Kreativitas akan meningkat sesuai dengan tingkat pendidikan anak, seiring dengn lkematangan, kecerdasan dan pengalamannya. Lbih tinggi timngkat pendidikan lbih kompleks pula tingkat kreativitas seeorang. Kreativitas tidak berhubungan dengan social ekonomi atau kebutuhan ekonomi, kreativitas anak tidak ada hubungannya dengan nilai uang atau meteri. Contoh anak-anak bermnain atas dasar kesenangan, hobi, bakat,atau minat.
3. Lingkunagn Masyarakat
Lingkungan masyarakat lebih luas dan kompleks, sehingga agak sulitv mengawasinya. Namun ini memberikan kesempatang yang luas bagi anak untuk mengembangkan diri dan kreativitasnya.
Lingkungan masyarakat dibagi menjadi empat macam :
a) Tempat Tinggal
Anak-anak bermain bersama disekitar tempat tinggal mereka, dan mendapatkan p[eluang entuk mengembangkan imajinasi, kemampuan dan daya nalar vmelalui kreativitas. Dan jika sudah dewasa kesempatan untuk bermain dengan tetangga sangat sedikit.
b) Tempat Kerja
Lingkungan pekerjaan mem-engaruhi kreativitas seseorang, melihat teman sekerja kreativ, lincah, berdedikasi, memiliki kemauan yang keras, pentang menyerah, ulet, sabar, disiplin dan lain lain akan mem[paengaruhi kreativitas seseorng dalam bekerja. Sarana dan prasarana, serta suasana juga mendukung kratifitas seseorang, jika suasanany senang nantinya akan menghasillan yang baik dan berkreativitas.
c) Organisasi
Kegiatan organisasi mempengaruhi aktivitas dan krerativitas seseorng, karena di tuntut ubtuk bergerak dan berinovasi serta dituntut pula untuk berfikiran maju,dinamis dan lincah.Kiprah dalam berorganisasi dituntut untuk berkreativitas dengan pengaruh dari pimpinan yang sangat besar, juga pengaruh dari besarnya organisasi menuntut untuk kratifitas yang tinggi.
d) Tempat Bergaul
Tempat bergaul seseorang sangat ,mempengaruhi perkembangan kreativitas seseorang, karena komunikasi , pergaulan dan saling bertemu, karena adanya sesuatu yang diterima dan di ketahui yang vpada akhirnya berpengaruh pada timbulnya kreativitas.adanya komunikasi mempengaruhi seseorang untuk bertindak dan berkreativitas.
Khusus anan-anak, pemngaruh yang didapat dalam pergaulanakan mendorong si anak untuk meniru perbuatan temannya.
Kemudian hari ia dapat menciptakan sesuatu melalui kreativitas dan imajinasi serta keterampiulannaya sendiri. Pergaulan yang terpantau akan mempengaruhi mutu dari kreativitas si anak.
B. Manfaat Pengembangan Kreativitas Anak
Pengertian kreativitas amnak adalah sebagai kemampouan untuk mencapai suatu produk baru (Samiawan, dkk, 1984). Karena itu jika kreativitas berkembang dengan baik maka kemudian hari memiliki kemampuan , keterampilan dan profesi yang bahkan luar biasa. Kemampuan ini dapat berkembang jika di beri lingkungan yang kondusif.
Pada abad 21 orang harus siap berkompetisi secara bebas, hanya orang yang ahli, terampil dan professional yang menang.Moslow mwngistilahkan jika orang sampai pada motif yang tertinggiyaitu aktualisasi diri, maka hidunya sudah puas, bangga, dan merasa bahagia.Negara-negara maaju sudah mengembangkan pendidikan kreativitas. Pendidikan modern mempunyai peran ganda yaitu membina kemanusiaan dan sebagai pengambangan sumber daya manusia, ini sebaiknya sudah dimulai dari pwendidikan pra sekolah.
C. Hal-hal yang Harus Diperhatiakan dalam Perkembangan Anak.
Menanamkan Disiplin Anak.
Diciplin secara harfiah berarti apa yang disampaikan oleh guru. Dalam pengetahuan berarti ilmu yang disampaikan, dalam agama berarti ajaran, secara umum berarti penataan prilaku sesuai dengan ajaran yang dianut, terdapat unsur kesetiaan, ketaaatan terhadap peraturan.
Secara psikopedagogik penataan prilaku yang sesuai dengan hokum pertumbuhan, perkembangan dan dengan prifil kejiwaan.(Dr. J. Riberu 1987)Pada dasarnya kedisiplinan merupakan suaru kesadaran pribadi, bukan paksaan orang lain.jika dilaksanakan akan mempengaruhi sesotrang dalam merencanakan pengguaan waktu, sebaiknya pula di mulai semenjak masuk pra sekolah.
1. Cara menanamkan Disiplin.
Menurut Dr. J. Riberu Pembinaan disiplin harus memiliki empat unsure :
a). Harus merupak petunjuk atau pegangan bagi seseorang
b). Harus disertai sanksi, Khususnya sangsi negative
c). Sebaiknya dikaitkan dengan imbalan/penghargaan/reward
d). Harus konsisten.
Atas dasar unsure-unsur diatas maka penerapan disiplin anak dapt dilakukan sebagai berikut :
a). Pendekatan disesuaikan dengan tingkat kematangan, perkembangan dan usia anak.
b). Dimulai sejak dini, yaitu dilingkungan keluarga.
C). Orang tua hrus kompak menerapkan peraturan.
D). jika ada kakek atau nenek maka sikap orang tua harus sama dengan mereka.
e). Sikap guru haerus sama dengan orang tua, maka harus sering berkonsulytasi agar tindakan mereka tidsak bertentangan.
f). pendekatan terhadap anak ada saaatnya bersikap otoriter, demokratis atau permissive tergantung kondisi dan prosesnya. Dalam hal ini kearifan sanat penting jangan sampai tersinggung. Ketiga pendekatan tersebut terdapat kekurtanga dan kelebihan nya, namun yang terbaik adalan demokratis dengan alas an :
• Anak diajak beryukar fikiran beradu argumentasi.
• Norma kedisiplina dapat dikaji ulang.
• Tidak ada hkuman
• Menajarkan kerja sama, mengendalikan diri dengan tenag, ramah tamah pada orang lain.
• Membina penyesuaian pribadi dan social yang baik
• Guru dan orang tua mempunyai hubungan baik dengan anak yang hangat dan bersahabat sehingga terjalin kerja sama.
• Dapat memuaskan anak terutama usia pubertas menginjak dewasa, sebab diberikan kepercayaan dan peluan untuk mengatur tingkah lakunya, dan tidak merasa tertekan.
g). Perludisdasarkan pada cinta, tanggung jawab dan kebijaksanaan.
2. Penilaian
Dapat dilihat dari :
Adanya perbaikan prilaku
Adanya sikap taat peraturan
Tidak pendendam
Bertanggung jawab dengan kesadaran sendiri.
Menghargai peraturan dan lingkungan
Terciptanya keharmonisan
D. Kecerdasan Emosional Dan Penerapannya.
Kecerdasan emosional adalah kemampuan emosi yang sangat tinggi atau cerdas mampu berbuat sesuatu denanmenyesuaikan diri dengan situasi masa kini dan mendatang. Kecerdasan emosional adalah bagian dari pribadi manusia dan berhubungan langsung dengan prilakunya.kecerdasan intelektual berhubungan dengan pikiran, apabila keduanya digabungkan hasilnya mendapatkan manusia yang pandai dan bermoral/berkepribadian.
Taman kanak-kanak merupakan dasar bagi pembetukan pribadi dan menembangakan kecerdasan emosional anak, walau porsi tebanyak dikeluaraga tapi sekolah ikut membantunya.
a). Unsur Utama Kemampuan Yamg berkaitan Dengan Emosional.
Menurut Daniel Goleman (1977)kecerdasan emosional memiliki tujuh unsure :
1. Keyakinan, perasaan yang kuat akan keberhasilan yang di upayakan.
2. Rasa ingi tahu, ingin menyelidiki sesuatu yang bersifat positif, jika berhasil menimbulkan kesenangan.
3. Niat, hasrat disertai dengan kemampuan untuk mencapai keberhasilan.
4. Kendali diri, mengendalikan tindakan dengan usia dan kematangan pribadi
5. Keterkaitan, kemampuan melibatkan diri dengan orang lain berdasarkan saling memahami.
6. Kecakapan berkomunikasi kemampuan bertyukar wawasandan gagasan disertai dengan keyakinan.
7. Kreatif, kemampuan membuat keseimbangan antara kebutuhan sendiri, orang lain dan kelompok (budiono, 1997)
Kesemuanya itu sebaiknya di tanamkan sejak usia pra sekolah, dengan metode sesuai dengan usia dan sifat anak.
b). Penerapan Kecerdasan emosional di Taman Kanak-kanak.
Secara umum profil kemampuan guru Taman Kanak-Kanak antara lain :
1. Guru TK yang propesional dan berpendidikan tinggi dengan syarat sebagai berikut :
a). Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b). Pandai bergaul dengananak seusioa TK, memiliki kasih sayang dan periang.
c). Mengembangkan sikap tanggung jawab, disiplin dan emosi yang stabil.Mencintai profess guru TK
d). Berinteraksi denganorang tua dan anggota masyarakat
2. Memahami dan Mampu mengembangkan prilaku terhadap anak usia TK berupa :
a). Paham tugas perkembasngsn sansk TK
b).Toleran terhadap prilaku anak.
c). Mampu berkomunikasi denghan anak sehingga timbul rasa aman dalam mendidik
Disarikan dari Pendidikan Anak Usia dini, Dr Soegeng Santoso2004
bersambung......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar